Muhammad Bantah Gunakan Ijazah Palsu

45
Sudah Klarifikasi ke Dinas, Tolak Mundur dari Pencalonan

KLANGENAN– Salah seorang bakal calon kuwu Desa Bangodua Kecamatan Klangenan, Muhammad membantah bahwa ijazah yang dimlikinya palsu. Dikatakan Muhammad, ijazah yang digunakannya asli, bukan palsu. Bahkan, kata Muhammad, ijazahnya itu dikeluarkan oleh kementerian pendidikan.

ijazah palsu
Bantah pakai ijazah palsu. Foto : Casmudi/Rakyat Cirebon

Terkait dugaan ijazah palsu, menurut Muhammad, hal itu karena tidak berdasarkan klarifikasi yang benar kepada instansi terkait yang mengeluarkanya.
“Ijazah saya sepenuhnya asli dan yang mengeluarkan adalah kementerian pendidikan. Jika memang ijazah saya palsu tentu saya juga tidak akan berani menggunakannya untuk mencalon kuwu,” terang Muhammad kepada Rakyat Cirebon, saat ditemui di rumahnya, kemarin.

Menurut Muhammad, keabsahan ijazah sepenuhnya asli dan tidak perlu ada yang diragukan. Pihaknya juga sudah melakukan klarifikasi kepada dinas terkait dan hasilnya memang ijazah tersebut asli. Menurut Muhammad, panitia seharusnya mengklarifikasi kepda dinas terkait secara langsung dan tidak membebankan klarifikasi kepadanya. “Kalau memang panitia meragukan keaslian ijazah saya, tolong klarifikasinya kepada instansi terkait, bukannya menanyakan kepada saya. Apalagi panitia menyuruh mundur saya,” tegasnya.

Dijelaskan Muhammad, saat pendaftaran sebagai calon kuwu, dirinya sudah menyerahkan persyaratan secara lengkap. Sehingga, persoalan klarifikasi dokumen atau ijazah menjadi kewenangan panitia bukan balon kuwu.
Dijelaskan Muhammad, panitia meragukan keabsahan ijazahnya karena nomor pada  ijazah dan nomor pada sertifikat keterangan hasil ujian nasional berbeda. Berawal dari hal tersebut, lanjut Muhammad, panitia berasumsi bahwa ijazah yang digunakan dirinya adalah palsu.

“Kami sendiri sudah mengecek keaslian ijazah kepada instansi terkait dan memang ijazah saya asli, bukan ijazah aspal (asli tapi palsu-red),” akunya.
Kalau memang harus tidak lolos verifikasi karena ijazahnya ternyata palsu, Muhammad bisa menerima hal tersebut. Akan tetapi, lanjutnya, panitia harus lebih dulu membuktikan kalau memang ijazahnya benar-benar palsu. Ditambahkan Muhammad, pihaknya tidak mau ada keributan mengenai persoalan ijazah karena menginginkan suasana pelaksanaan pilwu yang berlangsung kondusif.

Oleh karena itu, sambungnya, jika memang ijazah yang dirinya gunakan palsu maka panitia tidak harus menyuruh dirinya mengundurkan diri. Muhammad menginginkan yang terbaik untuk Desa Bangodua, Kecamatan Klangenan, maka jangan sampai panitia dicampuri dengan urusan pribadi dan harus netral tidak boleh memihak kepada salah satu balon kuwu. “Kami hanya minta jangan ada kepentingan pribadi pada tubuh panitia pemilihan kuwu, panitia harus netral,” (caz/mgg)

BAGIKAN