Mukhlisin Nalahudin Ditolak

Mukhlisin Nalahudin Ditolak

Dianggap Gagal Pimpin Demokrat

RAKYATCIREBON.ID-Gerakan penolakan kepemimpinan Mukhlisin Nalahudin (MN) sebagai ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cirebon terus mengalir. Pasalnya, MN dianggap gagal memimpin partai berlambang merci di Kabupaten Cirebon.

Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Plered, Eies menegaskan, aslinya semua pengurus setuju dengan apa yang sudah disuarakan. Yakni penolakan MN sebagai ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cirebon. Gerakan itu, sudah dibuktikan dengan melakukan mosi tidak percaya. “Hanya saja, mereka tidak berani. Takut dibilang tim makar,” tegasnya, kesejumlah awak media, Senin (23/12).

Manakala gerakan penolakan tidak mendapatkan respon, dipastikan pengurus di DPC satu persatu akan mengeluarkan diri. Alasannya, MN selama dua tahun menjabat, kegiatan organisasi tidak jelas. “Datang ke DPC saja tidak pernah. Saya yakin, kalau setelah ini tidak ada respon, minggu depan semua pengurus DPC menyatakan keluar dari PD,” tegasnya.

Hal serupa juga disampaikan Ketua PAC Gunungjati, Curida para pengurus DPC merasakan ketikaberesan kepemimpinan MN. Mereka (pengurus, red) tidak difungsikan sebagaimana fungsi dan tupoksinya. “ Jadi segala sesuatunya ditangani sendiri antara ketua dan sekretaris,” kata dia.

Buktinya, agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang belum lama ini digelar, kader Partai Demokrat banyak yang tidak hadir. Padahal, Musancab merupakan agenda besar. “ Dia (MN, red) gagal. Mengumpulkan kader saja tidak bisa. Karena prosesnya sudah salah. Mau ada agenda besar, tidak pernah melakukan koordinasi. Harusnya ada rapat kerja DPC dan PAC. Sampai pelaksanan tidak ada namanya rapat koordinasi konsolidasi pengurus DPC dan PAC,” tegasnya.

Curida meyakini, dari ke 18 PAC yang hadirpun dipastikan merupakan kader abal-abal. Bukan kader PD murni. Mereka tidak berani menunjukan SK dan KTA sebagai bukti legalitas kader PD. Padahal, pada saat pelaksanaan Musancab, harusnya diverifikasi. “Minimalnya mereka yang hadir menunjukan SK dan KTA. Tapi itu tidak dilaksanakan. Baik menunjukan SK maupun KTA,” kata dia. Makanya, ia meyakini pelaksanaan Musancab itupun sifatnya ilegal.

Sementara, MN sendiri saat dikonfirmasi beberapa media memilih untuk diam. Bahkan merekomendasikan kepihak lain. Yang terjadi malah terjadi aksi saling lempar. Mengetahui hal itu, Curida menegaskan hal itu, sebagai tanda bahwa gerakannya adalah fakta. “Kalau sulit dikonfirmasi. Saya yakin gak bisa Jawab. Karena yang kita sampaikan adalah fakta,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!