Mutasi Molor, Benar Masih Ada Pengaruh Sunjaya ?

88
Politisi Partai Kesejahteraan Sosial (PKS), H Junaedi ST menyoroti kinerja Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg yang terus mengulur-ngulur pelaksanaan mutasi pejabat dilingkungan Pemda (Zezen Zaenudin Ali/Rakyat Cirebon)

RAKYATCIREBON.ID-Open Bidding atau mutasi jabatan dilingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) hingga Februari belum ada titik terang. Kapan akan dilaksanakan. Padahal, assessment open bidding untuk 9 jabatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah dilakukan. Hasilnya pun sudah ada.

Tidak adanya kepastian kapan pelaksaan mutasi, menjadi catatan khusus anggota Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon, H Junaedi ST terhadap kinerja Bupati. Menurutnya, Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg kenapa terus mengulur-ulur waktu. Padahal manakala terus tidak ada pelaksanaan akan mengganggu kinerja setiap OPD sendiri dalam penyerapan anggaran.

“Itu dia saya juga bingung. Awal januari sudah laporan ke kami, bahwa hasil open bidding sudah ada orang-orangnya. Tapi kenapa sampai sekarang mutasi belum digelar juga,” kata Junaedi ST, Jumat (7/2).

Junaedi menjelaskan, dewan sebetulnya sudah berkomitmen dengan pihak eksekutif, bahwa tidak akan mencampuri persoalan mutasi dan rotasi. Namun karena banyak masukan dari masyarakat, akhirnya angkat bicara. Disisi lain, Kepala BKPSDM, Supadi kata mas Jun sapaan akrabnya, mengaku semua domain sudah ada di Bupati.

“Kami sudah koordinasi dengan pak Supadi. Diakui hasil open bidding sudah terisi, tapi kenapa sampai sekarang belum dilaksanakan. Ini yang jadi pertanyaan kami,” ungkap Junaedi.

Disinggung soal isu liar bahwa mantan Bupati Cirebon Sunjaya masih berperan dan menekan Imron, Junaedi mengaku enggan berpolemik. Namun kalau mutasi masih terus ditunda-tunda, kemungkinan isu tersebut semakin kencang. Disinilah katanya, akan menjadi bola liar yang akhirnya menemukan titip asumsi.

“Saya juga dengar isu seperti itu. Kalau mau dipatahkan, ya segera lakukan mutasi. Terus alasannya apalagi, sementara OPD akan melaksanakan kegiatan. Ini jelas menghambat penyerapan anggaran,” tukasnya.

Jangan sampai, tutur politisi PKS itu, isu yang beredar dibiarkan. Ketika dibiarkan, seolah menjadi pembenaran bahwa masih ada pengaruh mantan Bupati Sunjaya Purwadisastra. “Itu kan nanti jadi liar. Kalau tidak segera, bisa kita anggap sebagai pembenaran, bahwa beliau (Sunjaya, red) masih ada pengaruhnya,” tuturnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Bupati Imron sempat mewacanakan akan melakukan mutasi pada awal bulan Februari ini. Isu yang sempat berkembang, mutasi dilakukan pada hari Jumat ini. Namun, tidak dilaksanakan juga. Malah kembali beredar kabar lainnya, mutasi akan digelar pada hari selasa pekan depan. (zen)