Nantikan Realisasi Pembangunan Infrastruktur

77
Kompak, Pelaku Jasa Kontruksi Kabupaten Cirebon menanti kepastian pelaksanaan pembangunan infrastruktur Kabupaten Cirebon. (Foto : Zezen Zaenudin Ali/Rakyat Cirebon)

RAKYATCIREBON.ID-Mendekati akhir triwulan pertama, belum ada lelang untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Cirebon. Padahal, ditahun 2020 presiden telah mengeluarkan intruksi agar ada percepatan pembangunan.

Koordinator Forum Jasa Kontruksi (Forjakon), Darsono menjelaskan, pihaknya ingin membantu pemerintah, melakukan percepatan pembangunan. Saat ini, musim hujan mulai habis, kegiatan mestinya sudah mulai dipersiapkan.

“Proses lelang harusnya sudah dimulai. Saat kemarau nanti, bisa langsung berjalan kegiatannya. Lebih efektif dan lebih optimal dalam pengerjaannya,” ucap Darsono ke Rakyat Cirebon, usai menggelar pertemuan, Rabu (11/3).

Menurutnya, sampai saat ini, belum ada pengumuman dibukanya tahapan lelang. Padahal, sudah seharusnya dibulan Maret ini, tahapan lelang sudah dilakukan. “Jadi dengan begini, kan menimbulkan pertanyaan. Sebenarnya, ada apa dengan dinas di Kabupaten Cirebon?,” tanyanya.

Hal yang sama disampakan Ketua GAPENSI Kabupaten Cirebon, H Dadang Juanda. Ia mengingatkan, arahan dari Presiden, Ir H Joko Widodo berkaitan dengan percepatan pembangunan. Begitupun dengan arahan dari Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg. Semuanya, menghendaki agar pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan lebih awal.

Disamping itu, kondisi jalan di wilayah Kabupaten Cirebon saat ini, sudah banyak yang mengalami kerusakan, pasca diguyur hujan. Sudah saatnya, dilakukan perbaikan. “Saat ini, sudah banyak jalan berlubang. Apakah harus menunggu ada korban. Kemarin saja kan sudah ada kejadian, menimpa ketua dewan. Masa harus ada korban lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kontraktor Kontruksi (AKSI), H Harto menegaskan, ketika ditelaah ke LPSE, ternyata sampai triwulan pertama ini, belum ada usulan dari dinas terkait. “ Loh ini, kenapa, kok bisa sampai begitu. Aturannya kan harus melalui proses lelang. Ini usulan dari dinasnya saja belum ada. Jadi kami pertanyakan, kenapa bisa terjadi?,” tanyanya. Kejadiannya, berlaku baik yang melalui tender maupun yang dilakukan penunjukan langsung (Juksung).

Ketua Gapensinas, Ahmad Josim mengingatkan, agar pengalaman ditahun 2018 lalu, tidak terulang kembali ditahun anggaran 2020. Dampaknya, fatal. Banyak anggaran tidak terserap. Hasil kinerja pun kurang maksimal. “Jangan sampai, kegiatan di tahun 2020 nanti seperti tahun 2018 dan 2019 lalu. Dimana proses lelang dilakukan diakhir, akhirnya kan banyak yang tidak terserap. Ujungnya masyarakatlah yang dikorbankan,” terang dia.

Ia pun meminta, agar dinas terkait segera melakukan arahan dari presiden dan bupati. Sehingga, masyarakat Kabupaten Cirebon pun bisa lebih nyaman, dan terhindar dari bahaya jalanan berlubang. “Kami mengharapkan sesuai arahan presiden dan bupati lah. Agar arahan itu, bisa segera dilaksanakan. Lebih cepat kan lebih baik,” pungkasnya. (zen)