Nasdem Siap Duetkan Eeng-Bamunas

5
Yuyun Endus Penjegalan dalam Pemilihan E2, Tak Garansi Eeng Dampingi Azis di Pilwalkot 2018

KEJAKSAN – Politisi Partai Nasdem Jawa Barat, H Yuyun Wahyu Kurnia SE MBA mengendus upaya penjegalan terhadap langkah Hj Eti Herawati dalam pemilihan wakil walikota.

politisi nasdem yuyun wahyu kurnia
Yuyun Wahyu Kurnia SE. Doc. Rakyat Cirebon

Menurutnya, penjegalan yang dilakukan pihak tertentu terhadap langkah politik Hj Eti Herawati atau yang akrab disapa Eeng Charli itu adalah bagian dari grand design yang dibuat dan dilakukan pihak itu untuk menghabisi karier politik Eeng, terutama menuju Pilwalkot 2018.

“Saya kira ada orang yang punya kepentingan suksesi di Pilwalkot 2018. Namanya juga planning, makanya dari sekarang dong. Saya tidak menyebutkan siapa pihak atau orang itu. Tapi yang pasti ada kepentingan atau ini bagian dari grand design untuk Pilwalkot 2018, karena ada yang saling membutuhkan,” tegas Yuyun kepada Rakyat Cirebon, kemarin.

Makanya, kata Yuyun, bila Eeng batal diajukan sebagai calon wawali oleh Partai Nasdem, maka pihaknya akan segera menyiapkan strategi lain untuk Pilwalkot 2018.  Karena, bila melihat konstalasi politik saat ini, peluang Eeng untuk mencalonkan diri menjadi waliokta sangat terbuka.

“Kalau Eeng diganti, kita tentu harus punya strategi lain untuk 2018,” kata pria yang juga ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cirebon itu. Yuyun bahkan menyebutkan, Eeng berpeluang besar untuk diduetkan dengan figur lain. Ia secara terbuka menyebutkan nama Bamunas S Boediman.

Menurut Yuyun, bila Eeng diduetkan dengan Bamunas pada Pilwalkot 2018 mendatang, maka akan menjadi kekuatan besar. “Bisa saja Bu Eeng nantinya duet dengan Pak Oki (sapaan akrab Bamunas, red). Saya yakin akan menjadi pasangan ideal dan punya kekuatan besar untuk menang,” katanya. Yuyun juga menyikapi pernyataan dari Ketua DPC Partai Hanura, Sunarko Kasidin SH MH soal etika politik yang harus dikedepankan dalam proses pemilihan wawali.

Menurut Yuyun, apa yang disampaikan pria yang akrab disapa Abah Ako itu sudah benar. “Masalah etika politik sebagaimana disampaikan Abah Ako, ya memang kita dalam berpolitik harus mengedepankan etika. Dan saya juga merindukan itu,” ujarnya.

Hanya saja, Yuyun tak yakin, bila dewasa ini para politisi masih mengedepankan etika berpolitik. Menurutnya, yang dikedepankan adalah kepentingan politik. “Tapi etika berpolitik itu bukan hanya dari satu sisi saja. Tapi harus semua sisi, segala sesuatu kaitannya kebijakan politik harus beretika dan santun. Cuma, adakah politik yang beretika di zaman sekarang ini? Yang ada adalah kepentingan,” tuturnya.

Oleh karenanya, apabila Partai Demokrat berencana mengganti ajuan calon wawali, maka tetap akan melahirkan dampak positif dan negatif. Karena, tegas Yuyun, Eeng diajukan jadi calon wawali oleh Partai Demokrat, tidak tiba-tiba. Melainkan melalui proses cukup panjang.

“Eeng diajak juga tidak ujug-ujug. Pasti melalui proses. Adapun di tengah jalan diganti, itu haknya Partai Demokrat. Andaikan Eeng diganti, tentu itu kan ada positif negatifnya, baik dari Nasdem maupun partai lainnya. Jangan dikira kalau Eeng diganti, tidak ada dampak positif dan negatif,” katanya. Sebelumnya, sejumlah kader Partai Demokrat malah memberikan isyarat bahwa partainya tak memberikan jaminan akan mengajukan Eeng menjadi calon wawali.

Selain karena adanya komunikasi yang kurang baik, Partai Demokrat sendiri sebenarnya sudah menyiapkan kader terbaiknya. “Kita sudah menyiapkan kader terbaik Partai Demokrat yang memang lebih pantas dan layak mendampingi Pak Azis,” kata pengurus DPC Partai Demokrat Kota Cirebon, Raymond Frederik, belum lama ini.

Menurutnya, dengan konstalasi politik teranyar, Partai Demokrat memang mengisyaratkan akan mengusung kader internal. Bukan Eeng Charli.
Salahsatu tujuannya, untuk memecah kebuntuan proses pemilihan wawali. “Lagipula Partai Demokrat juga punya banyak kader potensial,” katanya. (jri)

BAGIKAN