Ngotot Mundur, Didenda Rp50 Juta

12
355 Calon Kuwu Dipastikan Bersaing dalam Pilwu Serentak 

SUMBER– Sebanyak 355 calon kuwu (calwu) dipastikan akan bersaing dalam pemilihan kuwu serentak di 124 desa pada 25 Oktober mendatang. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pemkab Cirebon, Adang Kurnida, kemarin.

adang kurnida cirebon
Adang Kurnida. Foto : Ahmad Asari/Rakyat Cirebon

Dijelaskan Adang, setelah penetapan bakal calon (balon) menjadi calon, para calon kuwu dilarang untuk mengundurkan diri dengan alasan apapun. Apabila ngotot mengundurkan diri, kata Adang, calon kuwu harus mendapatkan persetujuan dari bupati. “Jika tidak, yang bersangkutan dapat didenda sebesar Rp50 juta,” katanya kepada Rakyat Cirebon.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar panitia mensosialisasikan aturan larangan calon kuwu pengunduran diri setelah ditetapkan sehingga tidak ada calon yang mengundurkan diri. Sementara itu, saat ditanya berapa banyak bakal calon yang dicoret, Adang enggan menjelaskannya.

Disinggung mengenai dua balon dari Desa Bango Dua dan Palir yang sempat menjadi sorotan lantaran diduga menggunakan ijazah palsu, Adang menyatakan, calon dari Desa Bango Dua Kecamatan Klangenan yang sebelumnya diisukan menggunakan ijazah palsu, ternyata tidak benar.

Sehingga, calon bernama Muhamad dinyatakan lolos dan dapat mengikuti tahapan selanjutnya.“Sementara itu bakal calon di Desa Palir Kecamatan Tengah Tani terbukti menggunakan ijazah palsu, sehingga dicoret. Artinya telah gugur menjadi calon karena menyalahi aturan,” terangnya.

Dari dua bakal calon ini, sebutnya, hanya satu yang dinyatakan tidak lolos. “Salahsatu bakal calon dari Desa Palir tidak dapat mengikuti karena terbukti menyalahi aturan,” jelasnya.Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Ernedin mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mengeluarkan surat keterangan yang menyatakan ijazah tersebut palsu.

“Awalnya kita mau membuat surat keterangan. Tapi karena ijazahnya dibawa jadi kami tidak punya dasar. Mungkin yang bersangkutan sudah mengundurkan diri karena takut dipidanakan. Karena menurut panitia, ijazahnya diambil sendiri sama yang bersangkutan,” tuturnya. (ari)

BAGIKAN