Nina Dai Bachtiar Figur Terkuat Hadapi Petahana

130
DUKUNG. Tokoh Nelayan dan Petambak Kabupaten Indramyu Wayem (kiri) menilai Nina A Dai Bachtiar (tengah) sangat bisa bersaing dengan petahana jika diusung partai koalisi diluar Partai Golkar. (FOTO: TAUFIQURROHMAN/RAKYAT CIREBON)

RAKYATCIREBON.ID-20 tahun berkuasa Partai Golkar memiliki segalanya, termasuk 22 kursi DPRD Indramayu berhasil direbut. Untuk menghadapi kandidat Bupati dan Wakil Bupati, Nina A Dai Bachtiar dinilai Tokoh Nelayan di Kecamatan Pasekan Wayem memiliki kekuatan besar secara personal untuk bersaing secara kompetitif.

“Kondisi Indramayu saat ini butuh calon pemimpin yang kuat, secara personal, dan Bu Nina Dai Bachtiar sebagai putri pertama Mantan Kapolri adalah satu-satunya yang kuat secara personal menghadapi kandidat manapun,” ungkap Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) itu.

Nina juga diakui Wayem sebagai figur yang memiliki akses yang baik ke pemerintah pusat mengingat memiliki kedekatan dengan Presiden RI Joko Widodo, sehingga jika terpilih kedepan bisa mempermudah Indramayu untuk bangkit dari segala keterpurukan seperti saat sekarang ini.

“Nina juga yang kami kenal tokoh Indramayu yang tidak berjarak dengan masyarakat. Nina pribadi yang supel dan familier. Siapapun yang baru mengenalnya seperti telah kenal lama. Ini jarang dimiliki calon bupati di Indramayu yang lain,” katanya.

Sehingga melihat komposisi calon dari petahana saat ini dirinya yakin Nina menjadi pilihan yang terbaik.

“Apalagi Bu Nina adalah lawyer yang sangat memahami hukum. Sehingga Indramayu yang darurat korupsi saat ini membutuhkan pemimpin yang taat hukum,” tegasnya.

Ditambahkan, Nina juga diakuinya merupakan orang nomor tiga di Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GANTI) dibawah kepemimpinan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Prof DR Rokhmin Dahuri sehingga sangat faham bagaimana cara menyejahterakan petani nelayan petambak di Indramayu.

“Sementara jumlah petani dan nelayan serta petambak seperti kami ini jumlahnya lebih dari 60 persen. Maka jika benar PDI Perjuangan memilihnya adalah hal yang tepat karena akan diikuti oleh banyak pendukung,” tukasnya.

Termasuk menurut Wayem, Nina merupakan representasi pemimpin perempuan dimana jumlahnya juga sangat tinggi di Indramayu. Baginya perjuangan kaum perempuan saat ini butuh didukung penuh oleh pemerintah daerah agar jauh lebih maju lagi.

“Ibu Nina juga figure dari Wilayah Barat Indramayu, sehingga masyarakat diwilayah tersebut akan sangat bangga jika masyarakatnya maju dan diprediksi akan memiliki support yang besar dari sana,” ucapnya.

Nina menurut Wayem juga pribadi yang kuat dibidang pengetahuan ekonomi karena yang bersangkutan merupakan Sekreratis Jendral Indonesia Korea Friendship Assosiation (IKFA) dimana sangat memudahkan Indramayu kedepan dalam mengakses kerjasama investasi dengan luar negeri.

“Salahsatu kelemahan Indramayu adalah kemiskinan yang angkanya tinggi hingga 11 persen. Hal itu akibat dari minimnya lapangan kerja, dengan pemimpin seperti Nina sangat membantu terbukanya lapangan kerja karena investasi yang masuk ke Indramayu sangat tinggi,” tandasnya.

Merespon hal itu, Bacabup PDI Perjuangan Nina Dai Bachtiar mengaku sangat bersyukur didatangi tokoh nelayan yang puluhan tahun konsisten menjaga laut dengan segala potensinya di Indramayu.

“Kami akan sekuat tenaga membersamai mereka para nelayan dan petani, karena keberadaannya tidak bisa dilihat sebelah mata. Pertanian dan sector kelautan akan jadi prioritas kerja kami kedepan,” tegasnya. (vic)