Nunggu Kumplit, Bahas Ketua Komisi IV

Nunggu Kumplit, Bahas Ketua Komisi IV

RAKYATCIREBON.CO.ID Posisi Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon belum terisi. Masih kosong. Akan diisi, ketika terpenuhinya komposisi anggota komisi. Pasalnya, hingga saat ini, fraksi Golkar sendiri, masih belum mengusulkan Pejabat Antar Waktu (PAW) pengganti almarhum H Rasida Edi Priyatna.

Sekretaris Komisi IV, KH Mahmudi menjelaskan, diinternal komisi sendiri, belum ada pembahasan siapa yang berhak mengisi kekosongan posisi jabatan ketua. Tetapi, mekanismenya,berdasarkan Tatatertib (Tatib) DPRD, penentuan ketua, dipilih dari dan oleh anggota Komisi. Setelah itu, dilaporkan dalam rapat paripurna DPRD. Hal itu, tertuang dalam Tatib bagian 8 paragraf 1 pasal 77 angka 6.

“Jadi, bukan hasil kesepakatan koalisi. Tidak ada itu. Tatibnya bunyinya begitu,” terang Mahmudi kepada Rakyat Cirebon, Rabu (12/8).

Kendati mengalami kekosongan, ketiatan tetap jalan. Dipimpin oleh wakil atau sekretaris komisi IV. Waktunya belum dipastikan, akan berlaku sampai kapan. Pihaknya pun belum bisa membahasnya, sebelum anggotanya penuh. “Intinya, kita akan membahasnya, ketika sudah lengkap. Sekarang kan PAW dari Golkarnya saja belum ada,” kata dia.

Politisi PKB itu, menilai wajar saja ketika fraksi Golkar kekeh, posisi ketua komisi IV milik golkar. Tapi, lanjut dia, ketika alasannya atas dasar kesepakatan koalisi, tidak dibenarkan. “Tatibnya tidak menyatakan begitu. Kalaupun nanti muncul nama tertentu, entah dari Golkar atau dari fraksi lainnya, ya itu hasil lobi-lobi calon tersebut,” terang dia.

Disinggung, apakah sudah ada komunikasi dari fraksi Golkar atau fraksi lainnya, terkait kekosongan di komisi IV, Mahmudi mengaku belum mendengarnya. “Golkar belum ada komunikasi, begitupun dengan fraksi lainnya,” katanya.

Baginya, dari fraksi manapun, dipersilakan. Selama masih menjadi anggota komisi IV. Dan saat ini, lanjut Mahmudi, ke 11 anggota komisi IV yang ada, berhak dan layak untuk dijadikan kandidat ketua. Tanpa terkecuali, kandidat nanti yang akan menjadi PAW.

“Semua layak. Integritasnya mumpuni. Bagi saya siapapun ketuanya silakan. Asal ada kemauan dan dukungan. Tapi saya secara pribadi, tidak minat,” akunya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Golkar, Anton Maulana ST kekeh. Kekosongan ketua Komisi IV, menjadi milik partai beringin. Bukan yang lain. Terlebih Golkar pun saat ini masih memiliki kader terbaiknya di komisi IV. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!