Orasi Ganti Walikota, Timgab Pasti: Mungkin Ketua DPD PAN Sedang Panik

228
DUA JARI. Ketua Timkamgab pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut dua, Drs Nashrudin Azis SH dan Dra Hj Eti Herawati, M Handarujati Kalamullah SSos mengacungkan salam dua jari, saat ikut blusukan bersama Azis. FOTO: NURUL FAJRI/RAKYAT CIREBON

CIREBON – Orasi politik Ketua DPD PAN Kota Cirebon, Dani Mardani SH MH yang menyerukan untuk ganti walikota, ditanggapi santai ketua Tim Kampanye Gabungan (Timkamgab) pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota, Drs Nashrudin Azis SH dan Dra Hj Eti Herawati (Pasti). PAN sendiri berstatus partai pendukung rival Pasti, yaitu pasangan H Bamunas S Boediman MBA dan Effendi Edo SAP MSi.

“Mungkin ketua DPD PAN panik. Jadi dalam orasi politiknya justru menyoroti paslon yang kita usung. Bukan malah membanggakan paslon yang didukungnya,” ungkap Ketua Timkamgab Pasti, M Handarujati Kalamullah SSos, ditemui di kawasan Harjamukti, kemarin.

Politisi yang akrab disapa Andru itu menambahkan, kepanikan Dani dalam orasi politiknya tak bisa ditutupi. Sebagaimana dalam video yang ramai menjadi pembahasan di sosial media yaitu Facebook, Dani justru terfokus mempropagandakan ganti walikota, bukan memasarkan kelebihan calon walikota dan wakil walikota yang diusungnya.

“Logika sederhananya begini, kalau dia atau bahkan beberapa orang timnya sibuk mengampanyekan dengan menyudutkan calon lain, terus calon yang didukungnya tidak dikampanyekan ke masyarakat? Saya kira masyarakat juga akan lebih cerdas, kenapa seperti itu,” ujarnya.

Ketua DPC Partai Demokrat itu mengaku, wacana ganti walikota yang dihembuskan tim kampanye lawan justru akan semakin menguatkan posisi Azis yang berstatus petahana. Di tengah masyarakat, justru Azis banyak didoakan agar kembali memimpin Kota Cirebon untuk melanjutkan yang baik dan memperbaiki yang menjadi kekurangan.

“Karena Pak Azis sebelumnya menjabat walikota dan Bu Eti wakil ketua DPRD, artinya sudah bekerja. Bukan baru bicara. Jadi lebih mudah untuk melanjutkan daripada yang belum jelas,” katanya.

Andru juga mengimbau kepada semua pendukung pasangan Azis-Eti (Pasti) untuk tidak terprovokasi oleh orasi politik Dani yang ramai diperbincangkan di jagat maya. “Tolong untuk tidak terprovokasi. Biarkan saja mereka seperti itu. Lebih baik kita kampanyekan saja terus pasangan Azis-Eti. Jangan sibuk ngurus mereka (lawan, red),” kata dia.

Sebelumnya, dalam orasi politiknya, Dani menyerukan gerakan ganti walikota. “Saya tanya ke bapak-ibu, kira-kira pada saat rakyat susah, pada saat rakyat pengangguran, Pemerintah Kota Cirebon ngurus atau tidak?” ucap Dani dengan mengulangnya sebanyak tiga kali, pada Minggu (22/4) lalu.

Dani lantas menegaskan, pihaknya menginginkan agar walikota ganti dengan yang baru. Harapannya, kehidupan bermasyarakat akan lebih baik. “Kita ganti walikota! Untuk perubahan dan masa depan yang lebih baik, bapak-ibu sekalian,” katanya.

Tidak hanya itu, manuver Dani terhadap Azis juga menyinggung soal kondisi trotoar dan jalan di beberapa titik yang rusak. Atas kondisi itu, solusinya hanya pergantian walikota.

“Kalau pemerintahan, kepala daerah tidak segera ganti, mungkin tidak hanya saja trotoar yang rusak, tidak hanya saja jalan yang rusak. Mungkin bapak-ibu sekalian, seluruh tatanan masyarakat Kota Cirebon pada satu keadaan yang amat sulit,” katanya. (jri)