Ordo Freemason, Pengaruh Jacobus Cornelis Mattheus Radermacher hingga Cirebon

Ordo Freemason, Pengaruh Jacobus Cornelis Mattheus Radermacher hingga Cirebon

TH Stevens dalam bukunya Vrijmetselarij en samenleving in Nederlands-Indie en Indonesie, 1764-1962, menulis, sebelum 1756, anggota Freemasonry dari Belanda sudah banyak yang menetap di Indonesia Hindia Belanda.

Namun saat itu secara kelembagaan, Freemasonry belum terbentuk. Baru setelah anggota Freemasonry dari Inggris masuk, lembaganya mulai berdiri.

Bukti kedatangan Freemasonry bersama VOC ini bisa dilihat dari nisan serdadu VOC yang ada di Meseum Taman Prasasti, Jakarta Pusat. Di salah satu nisan di museum itu terdapat logo Freemasonry berupa jangka dan penggaris siku. Logo serupa juga ada di salah satu kuburan di Makam Pandu, Kota Bandung, Jawa Barat dan kompleks situs Makam Sunan Gunung Jati Cirebon.

Piring keramik yang menempel di pintu masuk kompleks situs Makam Sunan Gunung Jati Cirebon terdapat motif freemason. Foto: WB/Radar Cirebon Group

Kelembagaan terbentuk setelah didirikannya loji pertama yang bernama La Choisie di Batavia tahun 1762 (literatur masonik menyebut 1764). Yang memprakarsai adalah Jacobus Cornelis Mattheus Radermacher.

Dalam buku Stevens ditulis, Loji La Choisie membawahi wilayah Jawa, Sumatra, Malaka, Makassar, Ternate, Ambon, dan Banda. Pendirian loji ini disebut sebagai tindakan yang berani karena saat itu perkumpulan Freemasonry dimusuhi negara karena pengaruh para rohaniawan saat itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!