Pandemi, Dewan Banyak Kunker

Pandemi, Dewan Banyak Kunker

RAKYATCIREBON.ID- Masa pandemi Covid-19, jadwal kegiatan para wakil rakyat malah padat. Terutama padat kunjungan kerja (kunker) keluar daerah. Seperti di DPRD Kabupaten Cirebon. Hampir setiap hari melakukan kunker ke luar daerah.

Data yang dihimpun Rakyat Cirebon, pekan lalu para wakil rakyat ke Bekasi. Sementara kemarin, Komisi I ke DPRD Kabupaten Sleman dan DPRD Kabupaten Kulonprogo, Jogjakarta. Kunjungan itu mengenai keterbukaan informasi publik.

Kemudian Komisi III ke DPRD Kota Semarang dan DPRD Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kunjungan tersebut mengenai pengawasan pengelolaan lingkungan. Lalu Gabungan Komisi II dan IV kunker ke DPRD Kabupaten Bantul dan DPRD Kabupaten Kulonprogo, Jogjakarta. Kunjungan itu mengenai peningkatan PAD dari pajak hotel dan resrotan serta kesiapan pemerintah dalam penanggulangan bencana.

Sebuah sumber koran ini menyebutkan hingga pekan depan masih ada kunker lagi. Padahal, banyak agenda yang ditunggu masyarakat. Salah satunya berkaitan dengan kekosongan posisi wakil bupati (wabup).Di internal anggota legislatif, panitia pemilihan wakil bupati (panlih wabup) sudah terbentuk.

Tapi, belum berfungsi. Kinerja panlih belum terlihat. Pasalnya, untuk agenda rapat internal saja, waktunya tidak ada. Selalu tertutup dengan kegiatan kunker dewan. 

Hal itu menjadi keprihatinan mantan anggota legislatif dari PDIP H Arjaya Mangku Negoro. Menurutnya, ada upaya sistematis yang dipertontonkan legislator saat masa pandemi. Harusnya, kata dia, di masa pandemi ini lebih mementingkan kepentingan rakyat, bukan sibuk kunker.

“Maka jangan heran ketika muncul spekulasi negatif kepada lembaga legislatif. Mereka lebih mementingkan dirinya sendiri. Memperjuangkan dirinya sendiri, bukan masyarakat. Itu spekulasi negatif dari masyarakat pada legislatif,” katanya.

Apapun alasannya, sambungnya, memilih melakukan kunker merupakan pilihan tak elok. Mengingat ada pandemi dan ada hajat besar yang ditunggu masyarakat. Yakni pengisian wakil bupati. “Meski misalnya itu sudah terjadwal, kenapa tidak ditunda dulu. Lagian saat ini masih masa pandemi. Pembatasan masih berlaku hampir di semua daerah. Ini kenapa malah sibuk kunker. Sangat tidak elok,” ucapnya.

Pria berkumis itu pun mengingatkan saat ini kinerja dewan, khususnya Panlih Wabup, sedang disorot. “Sedang disorot kinerjanya. Jangan lengah. Ini bukan kepentingan PDIP saja. Tapi kepentingan warga Cirebon. Segeralah bekerja,” kata dia.

Ia mengatakan di masa seperti sekarang ini, bupati memerlukan pendamping. Untuk mendongkrak kinerjanya agar lebih maksimal. “Segeralah bekerja secepat mungkin, seefektif mungkin. Supaya cepat tercapai tujuan pemilihan wabup. Jangan bermain-main. Masyarakat menyoroti, melihat kinerja dewan. Jangan sampai menimbulkan pertanyaan maupun dugaan-dugaan negatif,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!