Pangeran Ilen Seminingrat Desak Sultan Sepuh XV Lengser Kaprabon

Pangeran Ilen Seminingrat Desak Sultan Sepuh XV Lengser Kaprabon

RAKYATCIREBON.ID-Keluarga Besar Pangeran Jayawikarta, Sentana Wargi Kesultanan Kasepuhan Cirebon mendesak Sultan Sepuh XV, PRA Luqman Zulkaedin turun tahta atau lengser keprabon.

Hal tersebut menyusul beberapa hal dari Sultan Sepuh XV yang dianggap sudah mengingkari perjanjian Gelung Sanggul Hadi.


Sesepuh Kasultanan Kasepuhan yang juga keturunan Sultan Sepuh IV Tajul Asyikin Jaenidin Amir Sena, Pangeran Ilen Seminingrat menuturkan bahwa pada kenyataanya, Sultan Sepuh VI Hasanudin naik tahta tidak sesuai dengan adat tradisi keraton, dimana saat itu ia naik dengan merebut kekuasaan dari Sultan Sepuh V Matangaji atas bantuan VOC dan naik tahtanya Sultan Sepuh VI Hasanudin pun disahkan oleh VOC, maka sejak saat itu terputuslah turunan Sunan Gunungjati sebagai Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan
Cirebon.

Selain itu, kata Pangeran Ilen, perjanjian “Gelung Sanggul Hadi” yang merupakan perjanjian antara Keluarga Sultan Aluda dan Keluarga Pangeran Jayawikarta sebagai keturunan Sunan Gunung Jati, tentang hak tahta yang sah mengenai pembagian kekuasaan, dimana keluarga Sultan Aluda diberi mandat dan diijinkan menduduki singgasana Kesultanan Kasepuhan
Cirebon, akan tetapi masalah dalem Kesultanan Kasepuhan tetap dipegang
oleh Keturunan Pangeran Jayawikarta, namun itu sudah diingkari oleh Sultan Sepuh XV, maka Sultan Sepuh didesak untuk lengser Kaprabon.

“Dengan berakhirnya perjanjian “Gelung Sanggul Hadi” dan dicabutnya mandat, maka PRA Luqman Zulkaedin bukan lagi Sultan Sepuh XV dan otomatis lengser Keprabon secara terhormat,” ungkap Pangeran Ilen.

Dituturkan Pangeran Ilen, menjelang Jumenengan, putra mahkota Luqman
Zulkaedin berkunjung kepada keluarga besar Pangeran Jayawikarta di Rumah Pusaka Pangeran Pakis Haji Seminingrat, dimana pada kunjungan saat itu, Luqman menyampaikan bahwa sesuai dengan sejarah, keluarga Pangeran Seminingrat lah yang seharusnya duduk dalam tahta Keraton Kasepuhan Cirebon.

Saat itu, ia pun mengajak keluarga besar Pangeran Jayawikarta untuk bersama-sama menjalankan adat tradisi Kesultanan Kasepuhan Cirebon dengan membentuk Stuktur Adat.

“Saat itu Luqman mengatakan kepada kami, 3 pekan setelah Jumeneng akan menyampaikan Struktur Adat dengan melibatkan semua Keluarga Besar Keraton, tapi itu tidak pernah terjadi,” ujar Pangeran Ilen.

Menyikapi hal tersebut, kata Ilen, keluarga Pangeran Jayawikarta pun sudah tiga kali melayangkan surat untuk bersilaturahmi, namun tak satupun yang direspon PRA Luqman.

“Sikap arogansi dan tidak konsistennya Luqman atas semua yang sudah dikatakannya kepada keluarga besar Pangeran Jayawikarta, maka kami Keluarga Besar Pangeran Jayawikatra sebagai turun garis keturunan Sunan Gunung Jati, hak atas tahta Kesultanan Kasepuhan menyatakan perjanjian “Gelung Sanggul Hadi” antara Keluarga Pangeran Jayawikarta dan Keluarga Sultan Aluda yang sudah berjalan 130 tahun secara turun temurun berakhir, kami juga mencabut mandat yang leluhur kami berikan,” kata Pangeran Ilen. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!