Panggilan Pertama, ASN BP4D Mangkir

Panggilan Pertama, ASN BP4D Mangkir

“Kenapa Pak David diklarifikasi? Karena Si G ini kenal dekat dengan beliau (David, red). Jadi hanya ditanya ASN bukan, dan ternyata benar yang bersangkutan (IN, red) adalah ASN di BP4D,” katanya.

Susilo mengatakan, karena IN tidak memenuhi undangan untuk klarifikasi, pihaknya kembali melayangkan pemanggilan serupa pada hari ini. Jika tiga kali panggilan Panwaslu diabaikan, kata Susilo, maka pihaknya bisa mengambil keputusan langsung berkaitan dugaan pelanggaran tersebut.

“Kalau hari ini (Jumat, red) tidak datang, besok (Sabtu, red) kita panggil lagi. Kalau tiga kali panggilan tidak datang, kami berkoordinasi dengan Gakkumdu dan Bawaslu bisa memutuskan langsung, apakah yang dilakukan IN itu kategori pelanggaran atau bukan‎,” tuturnya.

Namun demikian, Susilo berharap, IN bisa memenuhi undangan pemanggilan terhadap dirinya. Karena meskipun unggahan di facebook akun miliknya yang berinisial IP sudah dihapus, Susilo menegaskan, Panwaslu sudah mencetak bukti unggahan yang dimaksud.

“Tapi kita berharap yang bersangkutan bisa datang. Walau yang bersangkutan sudah menghapus postingannya, kita sudah mencetak barang buktinya. Apapun ceritanya, tetap ASN wajib netral di pilwalkot,” katanya.

Berdasarkan jawaban atas konfirmasi Panwaslu ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Cirebon mengenai status kepegawaian IN, diketahui bahwa ia merupakan ASN dengan status pelaksana atau pegawai biasa dan golongan IIc. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!