Panitia Pertanyakan Proses Keluarnya Ijazah Muhammad

47
KLANGENAN – Panitia pemilihan kuwu (Pilwu) Desa Bangodua, Kecamatan Klangenan menyatakan ijazah balon kuwu Muhammad adalah Asli, namun tetap mempertanyakan proses memperolehnya.

dugaan ijazah palsu calon kuwu cirebon
Muhammad (baju putih). Foto : Casmudi/Rakyat Cirebon

Seperti diketahui desas-desus mengenai adanya penggunaan ijazah palsu pada pilwu Desa Bangodua ternyata tidak terbukti, pasalnya surat jawaban dari Dinas Pendidikan mengenai penelitian dan klarifikasi ijazah dan SHUN bakal calon kuwu Desa tersebut telah keluar. Hasilnya, ijazah balon kuwu Muhammad dinyatakan asli.

Menanggapi hal itu, anggota panitia pilwu Desa Bangodua Nurkamali, mengamini bahwa ijazah Muhammad adalah asli, namun yang menjadikan pertanyaan adalah proses mendapatkan ijazah tersebut. “Sampai dengan hari ini kami tidak mempertanyakan ijazah itu palsu , akan tetapi proses mendapatkan ijazah tersebut yang menjadi pertanyaan,” terangnya kepada Rakyat Cirebon.

Menurut Nurkamali, untuk mendapatkan ijazah tentunya harus melalui peroses yakni mengikuti kegiatan belajar mengajar. Namun, jika proses belajarnya tidak dilakukan, dan keluar selembar ijazah maka menjadikan bahan pertanyaannya.

Selain itu, balon kuwu Desa Bangodua Muhammad, menyatakan ijazah yang dimilikinya sepenuhnya dinyatakan asli, karena sesuai dengan surat dari dinas pendidikan, termasuk tentang perbedaan nomor pada ijazah dan SHUN, hal itu karena ada pemenang tender yang berbeda sehingga penomorannya berbeda.

Terkait keraguan panitia dalam proses mendapatkan ijazah atau proses belajar mengajar, Muhammad mengaku bahwa untuk mendapatkan ijazah tersebut dirinya sudah melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan aturan yang berlaku.“Saya sebagai warga belajar sudah mengikuti sesuai dengan aturan. Saya mendapatkan ijazah ini dengan melalui proses yang benar dan saya menyatakan ijazah saya adalah asli,” paparnya.

Sementara itu Camat Klangenan, Sutismo menerangkan dalam setiap proses pemilihan, dugaan ijazah palsu itu pasti ada. olehkarenanya ada tahapan penelitian dan klarifikasi untuk meyakinkan bahwa ijazah tersebut asli atau palsu.
“Adanya dugaan ijazah palsu adalah hal yang wajar dalam pelaksanaan demokrasi, dan itu merupakan tugas panitia untuk melakukan klarifikasi, namun setelah keluarnya surat dari dinas pendidikan yang menyatakan ijazah tersebut asli,” tambahnya. (caz/mgg)

BAGIKAN