Parameter: Azis-Eti Menang Dominan

582
DISKUSI PUBLIK.
DISKUSI PUBLIK. Sejumlah narasumber saat menyampaikan pendapatnya dalam diskusi publik mahasiswa, Sabtu malam lalu.

CIREBON – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Cirebon nomor urut dua, Drs Nashrudin Azis SH dan Dra Hj Eti Herawati (Pasti) diprediksi akan unggul secara dominan dalam Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon pada Rabu lusa. Tingkat popularitas dan elektabilitas Pasti unggul jauh dibanding kompetitornya.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Parameter Konsultindo Research & Consulting, Dr Agus Aribowo MM CIMP dalam sebuah forum dikusi mahasiswa dengan tema “Pilkada Kota Cirebon; Membelah atau Membangun?” yang digelar Sabtu (23/6) malam, di sebuah kedai kopi di Jalan Perjuangan Kota Cirebon.

“Peluangnya ada di Pasti. Karena hampir dipastikan, semua inkamben memiliki kelebihan dibanding kandidat lainnya. Inkamben memiliki instrumen atau jaringan yang sudah berjalan sebelum pilkada. Misalnya, ketika dia menjabat, dia bisa ngobrol atau komunikasi dengan banyak pihak,” ungkap Ari.

Menurutnya, Azis yang berstatus satu-satunya calon inkamben, lebih menguntungkan dalam konteks pergerakan politik. Oleh karenanya, tingkat popularitas Azis dipastikan tertinggi disbanding peserta pilwalkot lainnya. “Popularitas hampir dipastikan semua inkamben di Indonesia lebih tinggi dibanding penantangnya. Meskipun untuk aspek kesukaan dan keterpilihan relatif,” katanya.

Namun, Ari menyebutkan, inkamben di Kota Cirebon unggul di semua aspek, baik keterkenalan, kesukaan maupun keterpilihan. Berdasarkan hasil survei Parameter, Azis dan Eti unggul secara dominan dan meyakinkan.

“Di Kota Cirebon linear. Popularutasnya bagus, disukainya bagus, tingkat keterpilihannya juga bagus. Duet Pasti berada di posisi dominan, di semua kecamatan. Bahwa ada satu atau dua kelurahan (yang tidak dominan) itu mungkin,” tuturnya.

Ari lantas membeberkan, berdasarkan hasil survei pihaknya, pasangan Azis-Eti memiliki tingkat popularitas 64,5 persen atau unggul jauh dari kompetitornya, pasangan H Bamunas S Boediman dan Effendi Edo (Oke) yang hanya sebesar 35,5 persen.