Pasangan Azis-Eti Menang

Pasangan Azis-Eti Menang

“Tidak (mempengaruhi hasil). Kecuali kalau di MK ada hal yang bisa dibuktikan yang itu bisa mengubah hasil. Tapi kalau penolakan yang tadi (kemarin, red) di forum, tidak. Kita tetap berjalan. Nanti kalau yang dituduhkan itu terbukti, tentunya bisa mengubah hasil,” tuturnya.

KPU Kota Cirebon sendiri sudah menyiapkan tim kuas hukum, jika harus bersengketa di MK maupun proses di DKPP. Tim kuasa hukum yang digunakan, kata Emir, salahsatunya merupakan tim kuasa hukum KPU Provinsi Jawa Barat, Dr Absar Kartabrata SH MHum, serta mantan Ketua KPU Kota Cirebon periode 2008-2013, Dr Didi Nursidi SH MH. “Kita sudah siapkan tim hukum, Pak Absar Kartabrata juga merupakan tim hukum KPU Provinsi Jawa Barat,” kata dia.

Dikatakan Emir, ada waktu selama tiga hari dimulai hari ini, bagi pihak-pihak yang hendak menempuh gugatan. Karena, jika tidak ada, maka KPU bisa menetapkan paslon walikota dan wakil walikota terpilih.

“Penetapan itu, kita menunggu dulu selama tiga hari ini atau sampai Senin, karena hanya dihitung hari kerja, apakah ada gugatan ke MK atau tidak. Kalau tidak ada, paling telat tiga hari (penetapan). Kalau ada gugatan, tiga hari setelah putusan MK terbit,” katanya.

Sementara itu, saksi dari tim pemenangan Oke, M Jamal menyatakan, pihaknya menolak seluruh keputusan KPU Kota Cirebon berkaitan dengan rekapitulasi suara untuk Pilwalkot Cirebon. “Untuk paslon satu, menolak atas apapun keputusan KPU. Makanya kita akan ajukan gugatan ke MK,” kata Jamal.

Dia menambahkan, banyak kejanggalan dalam pelaksanaan Pilwalkot Cirebon. Terlebih, desakan untuk diadakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dari pihaknya melalui Panwaslu, justru ditolak KPU Kota Cirebon. “Kami melihat ada kejanggalan yang tidak fair. Oleh sebab itu, kami mengajukan laporan dan tidak ditanggapi oleh KPU. Oleh karenanya, kami tetap akan ke MK,” katanya.

Untuk diketahui, pasangan Drs Nashrudin Azis SH dan Dra Hj Eti Herawati (Pasti) merupakan calon walikota dan wakil walikota Cirebon nomor urut dua pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon 27 Juni lalu. Duet Pasti diusung Partai Demokrat, Partai Nasdem, PKB, PKPI dan Partai Hanura. Serta didukung PKS, Partai Berkarya, Partai Perindo dan PSI.

Azis sendiri merupakan ketua Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) Partai Demokrat Kota Cirebon, sebelumnya menjabat walikota Cirebon pada 2015-2018. Masa jabatannya habis pada 16 April lalu. Sedangkan Eti yang juga ketua DPD Partai Nasdem Kota Cirebon, sebelumnya menjabat wakil ketua DPRD Kota Cirebon. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!