Pasar Darurat di Eks Asrama Polri

17
Polisi Perketat Pengamanan Pasar, Bantah Ada Penghadangan 


ARJAWINANGUN– Pemerintah desa (pemdes) bersama pihak Kecamatan Arjawinangun serta pengelola bergerak cepat.  Mereka akan segera membangun pasar darurat bagi pedagang Pasar Jungjang. Rencana pembuatan pasar darurat bagi pedagang Pasar Jungjang yang terbakar merupakan hasil musyawarah yang digelar di Balaidesa Jungjang yang dihadiri oleh muspika dan pemerintah desa (pemdes), pengelola pasar serta perwakilan dari dinas cipta karya, kemarin.

pasar jungjang cirebon
Pasar Jungjang terbakar. Foto : Casmudi/Rakyat Cirebon

Kuwu Desa Jungjang, Agustiana mengungkapkan, sesuai dengan kesepakatan, pasar darurat akan dibangun di atas lahan milik kepolisian yang dahulu digunakan sebagai asrama polisi.  Lokasi tersebut dipilih, kata Agustiana, karena jaraknya yang tidak begitu jauh dari pasar sebelumnya, sehingga para pedagang tidak direpotkan untuk pindah.

Dijelaskan Agustiana, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolsian dalam hal ini Kapolsek Arjawinangun terkait izin untuk menggunakan tanah milik polri. “Sebelumnya saya sudah berkoordinasi dengan Kaolsek Arjawinangun, alhamdulillah mereka bersedia membantu perizinan untuk mendirikan pasar darurat di tanah milik kepolisian,” terangnya kepada Rakyat Cirebon.

Sedangkan, Camat Arjawinangun Edi Kurniadi mengatakan, pembangunan pasar darurat agar pedagang bisa berjualan kembali.  Dengan berjualan kembali, lanjut Edi, bisa membantu pedagang untuk membangkitkan ekonominya setelah musibah kebakaran yang menimpa mereka beberapa waktu lalu.

“Pasar darurat akan segera dibangun untuk menenangkan para pedagang, agar mereka bisa berjualan kembali,” ujarnya. Menurut Edi, pembangunan pasar darurat itu juga harus memperhatikan pedagang pasar yang mempunyai kios dan menjadi korban kebakaran.

“Jangan sampai adanya pasar darurat menimbulkan keributan antar pedagang yang tidak punya kios dengan yang memiliki kios arena sama-sama ingin menempatinya,” tandasnya. Oleh karena itu, dirinya meminta kepada pengelolah pasar untuk mendata pedagang pasar yang memiliki kios dan memprioritaskan mereka untuk menempati pasar darurat.

“Saya juga tidak ingin adanya pasar darurat menjadi rebutan pedagang, maka pengelola harus mendata pedagang yang berhak menempati pasar darurat,” katanya. Sementara, di tempat yang sama, salahsatu pedagang Pasar Jungjang, Sopyan, menyambut baik akan dibangunnya pasar darurat. Pasalnya, musibah kebakaran telah menghanguskan seluruh dagangannya, sementara dirinya harus memenuhi kebutuhan ekonomi. “Tentu saya sambut baik rencana pembangunan pasar darurat, karena kami harus tetap berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ugkapnya.

TINGKATKAN KEAMANAN
Sementara itu, Polsek Arjawinangun terus meningkatkan pengamanan pasar pasca-kebakaran.
Pantauan wartawan koran ini, tampak police line sudah mengeliling areal pasar yang terbakar. Sehingga, tidak semua orang bisa memasuki lokasi ke dalam pasar. Kapolsek Arjawinangun Kompol Lesmelalui melalui Wakapolsek Arjwinangun AKP Santoso Sembiring mengatakan, pasca-kebakaran, pihaknya  bersama pengelola pasar, pihak kecamatan dan koramil meningkatkan keamanan.

“Sesuai kesepakatan antara pengelola pasar dengan pihak kecamatan dan koramil serta kepolisian bahwa akan meningkatkan keamanan pasar pasca-kebakaran,” terangnya. Disinggung mengenai banyaknya penjarahan saat kebakaran pasar, Sembiring menepis informasi itu.  Dikatakan Sembiring, pihaknya sampai dengan saat ini belum menerima laporan terkait penjarahan. Namun, dirinya membenarkan jika ada beberapa pedagang yang mengambil bekas kebakaran yang menghanguskan kios mereka untuk dijual.

“Kalau ada pedagang yang menjual barang sisa kebakaran memang ya, karena kebanyakan dari mereka menganggap itu sudah menjadi milik mereka, padahal barang-barang tersebut milik pemerintah desa dan harus dikembalikan,” paparnya. Terkait informasi adanya oknum yang menghalangi tugas pemadam kebakaran, Sembiring, mengatakan hal itu tidak benar.

Yang menghalangi tugas pemadam kebakaran, kata Sembiring, bukan oknum yang dengan sengaja melakukan tindakan penghadangan, malainkan para pedagang yang berusaha menyelamatkan barang-narang milik mereka dengan membawa kendaraan, sehingga menghalangi mobil pemadam masuk kelokasi pasar.
“Pada saat kejadian (kebakaran-red) saya sendiri berada di lokasi dan tidak ada seorangpun yang berusaha menghalangi tugas pemadam kebakaran,” tuturnya. (caz/mgg)

BAGIKAN