Paslon Sholawat Tunjukan Kartu Sakti untuk Warga Indramayu, Ini Fungsinya

Paslon Sholawat Tunjukan Kartu Sakti untuk Warga Indramayu, Ini Fungsinya

RAKYATCIREBON.ID-Sebuah terobosan inovasi yang tidak menutup kemungkinan bisa menjadi bagian dari kebijakan nantinya dimiliki pasangan calon bupati dan wakil bupati Muhamad Sholihin – Ratnawati (Sholawat). Kartu sakti yang terdiri dari tiga jenis direncanakan berfungsi untuk mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Indramayu.


Disampaikan Cabup Muhamad Sholihin, dengan tiga kartu tersebut diharapkan mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat Indramayu yang selama ini masih jauh dari sejahtera. Yaitu Kartu Guru Ngaji, Kartu Kewirausahaan, serta Kartu Tani dan Nelayan.

“Untuk Kartu Guru Ngaji mencakup di dalamnya kaum dhuafa, fakir miskin, pelaku seni dan budaya. Nantinya Iebih tepat namanya Kartu Mulia,” jelasnya.

Menurutnya, inovasi yang dimiliki tersebut merupakan program konkret untuk mengangkat Indramayu dengan targetan tercapainya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Jawa Barat. Terlebih lagi dengan mengedepankan unsur kearifan lokal berbasis potensi daerah.

“Kartunya ada barkode, dan tidak mudah dipalsukan,” ungkapnya.


Kartu-kartu itu dipastikannya akan menjadi program prioritas pasangan Sholawat untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat. Apalagi selain melalui pemberian insentif, juga bisa berupa pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.

Sehingga dengan cara ini diharapkan masyarakat kalangan bawah seperti guru ngaji, kaum dhuafa, fakir miskin, seniman dan budayawan bisa tersentuh program pemerintah daerah. Adapun anggaran yang dibutuhkan untuk masing-masing kartu itu diperkirakan sebesar Rp100 miliar.

“Ini serius, kami dari pasangan Sholawat sudah mengkaji dan nanti akan dianggarkan sesuai kemampuan APBD. Kalau kita inginnya setiap kartu dianggarkan minimal seratus miliar,” papar Sholihin.

Sementara Cawabup Ratnawati sangat berharap program prioritas pemerintah dengan realisasi ketiga kartu tersebut akan berjalan sesuai harapan. Karena yang menjadi persoalan utama Kabupaten lndramayu saat ini adalah rendahnya IPM dengan indikator meliputi pendidikan, kesehatan, dan daya beli.

“Daya beli akan meningkat, juga pembangunan disektor pendidikan dan kesehatan juga lebih meningkat lagi,” tukasnya. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!