Pasokan Listik ke Industri Dibatasi

13
Sudah Tua, Gardu Induk Sering Bermasalah


MAJALENGKA-Meski Kabupaten Majalengka kedepan akan menjelma menjadi kota industri, dengan tingkat pertumbuhan industri yang cukup pesat. Namun, tampaknya masih banyak persoalan besar yang harus mendapatkan perhatian serius, salah satunya adalah terkait minimnya pasokan listrik ke pelaku industri.

pln majalengka
PLN Majalengka. Foto : Pai Supardi/Rakyat Majalengka

Manajer PLN Rayon Majalengka, Asmansyah didampingi Manager Rayon Jatiwangi, Aditya Setiawan kepada Raja mengatakan, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini baru memiliki satu  Gardu Induk (GI) Kadipaten yang kondisinya juga bermasalah. Karena,  tiga trafo yang ada di GI tersebut kondisinya sudah mengkhawatirkan. Dari GI tersebut, kata dia, mampu memenuhi kebutuhan 60 MB volt untuk kebutuhan industri dan perumahan.

Menurutnya, dengan terbatasnya listrik yang ada, khusus untuk industri penggunaan listriknya hanya bisa dilakukan di luar beban puncak penggunaan listrik yakni pada pukul 20.00-22.00 WIB. Atau dengan kata lain, kata dia, penggunaan listrik untuk industri hanya bisa dilakukan diwaktu siang saja, untuk malam mereka (pemilik perusahaan-red) harus menggunakan genset.

“Oleh karena itu, sebagi upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik di Majalengka, baik untuk perumahan maupun industri, tahun 2016 ini kami menargetkan pembangunan tambahan dua gardu induk lagi, yakni gardu induk di Cikijing dan di Kadipaten tepatnya di jalan lingkar,”jelasnya kepada Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group).

Selain itu, kata dia, untuk tetap bisa melayani kebutuhan listrik konsumen juga melakukan sejumlah upaya rekayasa. Diantaranya dengan mengalihkan sebagian beban ke wilayah Sumedang.

Sedangkan saat disingung terkait adanya aksi pemadaman, lebih disebabkan karena adanya kerusakan yakni panasnya trafo di GI akibat overload, sehingga butuh perbaikan dan perawatan. Disamping itu, masih adanya sejumlah pohon yang menggangu jalur kabel PLN juga ikut mempengaruhi sering terjadinya pemadaman akibat adanya konsleting saluran listrik utama, maupun akibat adanya kerusakan lain.

“Listrik juga kan perlu perawatan, sedangkan mengenai lama atau tidaknya pemadaman itu tergantung tingkat kerusakan dan perbaikan yang harus dilakukan oleh kami,”ucapnya.

Pihaknya meminta kepada warga yang memiliki pohon yang menggangu jaringan listrik untuk bisa ditertibkan agar tidak mengakibatkan kerusakan yang bisa berimbas pada pemadaman. (pai)

BAGIKAN