Pastikan Tak Ada Lagi yang Tertular

Pastikan Tak Ada Lagi yang Tertular

“Kita sudah ada di Jakarta, Jawa Timur dan beberapa tempat lain. Standar operasional yang kita miliki sangat ketat dan kita bersyukur sudah banyak yang percaya kepada kita,” ujar Putra saat menemani wartawan keliling lokasi isolasi mandiri, Senin (23/11).

Lebih jauh, Putra menyampaikan selama ini dalam menangani pasien terkonfirmasi positif, PriMed selalu menekankan kedisiplinan pegawainya mulai dari perawat, dokter, petugas keamanan hingga petugas kebersihannya. Oleh karena itu, sejauh ini, Putra memastikan tidak ada satupun pegawai yang tertular oleh pasien.

“Kita juga selalu lakukan pemeriksaan berkala bagi petugas lapangan kita. Zero exposure untuk penularan di setiap lokasi yang kita tangani. Dengan kata lain, masyarakat bisa menilai, petugas kita saja yang kontak langsung dengan pasien bisa aman, apalagi masyarakat sekitar yang kita jaga betul keamanannya. Di dalam juga juga kita bagi seperti zona hijau, merah, dan oranye. Untuk dua zona terakhir, tidak boleh ada yang masuk kecuali perawat, dokter dan tentunya pasien,” terangnya.

Mengenai tenaga medis, Putra menyebut setiap harinya terdapat empat perawat dan dua dokter yang akan memantau kondisi pasien. Visitasi  dilakukan setiap pagi hari guna memastikan perkembangan kesehatan pasien.

“Pasien juga kita ajak menumbuhkan motivasi dan kebahagiaan. Artinya, fasilitas yang kita berikan kepada pasien laiknya dia sedang menginap di sebuah hotel. Perbedaannya, mereka tidak boleh keluar lokasi sebelum dinyatakan sehat. Jadwal kegiatan juga sudah kita atur seperti olahraga pagi dan istirahat. Target kita sejak awal, jika memang ada pasien yang kita rawat, dalam tujuh hingga sepuluh hari sudah bisa sembuh dan maksimal 14 hari. Kita juga sudah menyiapkan armada khusus untuk menjemput pasien sehingga menekan resiko penularan baik kepada pegawai kita maupun masyarakat luas,” ungkapnya.

Mengenai lokasi yang berada di tengah pemukiman padat penduduk, Putra menyampaikan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Pengalaman di beberapa daerah, kata dia, tidak ada penularan kepada masyarakat sekitar.

“Di tempat lain juga berada di tengah penduduk tetapi kita pastikan aman dengan semua standar operasional yang kita miliki. Perawat dan dokter saja, setiap keluar masuk selalu melalui ruang dekontaminasi. Mereka juga sebelum masuk ke ruang istirahat, diharuskan mandi dan bersih-bersih dengan tentunya melepas pakaian hazmat serta perlengkapan perawatan lainnya yang digunakan. Untuk limbah medis, kita telah bekerja sama dengan satu perusahaan khusus sehingga jangan khawatir limbah medis kita akan dibuang sembarangan,” jelasnya.

Di akhir, Putra menyampaikan pihaknya akan mengikuti semua prosedur yang diperlukan agar tempat isolasi yang dikelolanya bisa segera difungsikan. Dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon, Putra berharap bisa segera membantu memberikan solusi bagi perawatan pasien.

“Kita disini legal dan akan menempuh semua perizinan. Rekomendasi dari Bupati Cirebon dan Satuan Tugas Kabupaten Cirebon sudah kita kantongi. Ada beberapa perizinan juga yang sedang kita urus dan kita berharap bisa segera beroperasi,” tutupnya.(yog)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!