PDIP: Ada Upaya Sistematis Dipertontonkan Legislator Saat Pandemi

PDIP: Ada Upaya Sistematis Dipertontonkan Legislator Saat Pandemi

RAKYATCIREBON.ID-Meski masih Covid-19, jadwal kunjungan kerja (kunker) para wakil rakyat tetap padat. Seperti di DPRD Kabupaten Cirebon. Pekan kemarin misalnya, kunker dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jogjakarta. Kabarnya hari ini (6/10) masih ada kunker lagi.

Sejumlah pihak pun menyampaikan keprihatinan. Salah satunya dari mantan anggota legislatif dari PDIP H Arjaya Mangku Negoro. Menurutnya, ada upaya sistematis yang dipertontonkan legislator saat masa pandemi. Harusnya, kata dia, di masa pandemi ini lebih mementingkan kepentingan rakyat, bukan sibuk kunker.

Apapun alasannya, sambungnya, memilih melakukan kunker merupakan pilihan tak elok. Mengingat ada pandemi dan ada hajat besar yang ditunggu masyarakat. Yakni pengisian wakil bupati. Lalu, bagaimana respons para wakil rakyat? Berikut wartawan Rakyat Cirebon, Zezen Zaenudin Ali, mencatat hasil wawancara Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon Syahril Romadhoni SE.

Banyak yang menilai kegiatan anggota dewan saat ini kurang produktif. Mengingat melakukan kunjungan kerja di masa pandemi. Sebetulnya seberapa urgent kunker bagi anggota legislatif?

Kita melakukan kunjungan kerja sebagai upaya bagaimana membesarkan Kabupaten Cirebon. Berkunjung ke daerah lain yang memiliki kelebihan. Baik dari segi PAD atau kelebihan lainnya.

Apakah ada klasisifikasi khusus untuk daerah yang dikunjungi?

Tentunya ada. Daerah-daerah yang dikunjungi itu harus memiliki klasifikasi yang jauh di atas kita (Kabupaten Cirebon, red). Atau daerah yang memiliki keunggulan lebih. Apa sih yang ditonjolkan di sana. Objek wisatanya kah sehingga PAD jauh lebih besar, atau infrastrukturnya. Banyak faktor.

Kita tahu saat ini masa Covid-19, ditambah DPRD memiliki agenda pengisian kursi wakil bupati. Apakah agenda itu tak diprioritaskan sampai-sampai mengutamakan kegiatan kunker? 

Bukan tidak memprioritaskan. Tapi karena agendanya sudah lebih dulu ada. Sudah dijadwalkan lebih dulu. Dan sebetulnya untuk pengisian wabup, prosesnya sudah jalan. Tahapan sudah ditempuh. Pembentukan panlih telah ditunaikan. Kan sudah dibentuk. Sedang berjalan. Pembahasannya saya kira sudah dimulai.

Lalu, hasil dari kunkernya apa yang bisa diterapkan di Kabupaten Cirebon?

Hasil dari kunjungannya tentu akan dikomparasikan. Coba direalisasikan di daerah kita. Tentunya, aspek-aspek penting yang perlu dicatat, dilihat dari segi ekonominya, pembangunannya, infrastrukturnya. Kenapa di daerah lain bisa, kenapa di kita tidak bisa. Bagaimana daerah tujuan meningkatkan PAD. Itu yang kita pelajari dan nanti dicoba untuk dilaksanakan. Intinya seperti itu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!