Pedagang Pasar Jagasatru Resah

7
Diminta Tambahan Rp1 Juta untuk Hook, Pembayaran Tanpa Kwitansi

HARJAMUKTI– Tak lama lagi, para pedagang di pasar darurat Jagasatru di Jalan Dukuhsemar belakang Terminal Harjamukti Kota Cirebon akan menempati pasar permanen di Jagasatru.  Tapi, persoalan muncul ketika sejumlah pedagang dibebani biaya tambahan untuk hook (lebihan lahan).

pedagang cirebon
Ilustrasi pedagang. Image by Sira Anwamong by at FreeDigitalNet.net

Bagi pedagang yang akan menempati lapak berlokasi di bagian ujung atau memiliki hook di Pasar Jagasatru, kabarnya akan dikenakan biaya tambahan Rp1 juta. Hal itu membuat sejumlah pedagang keberatan. Karena selama ini, hook dalam artian lapak berdagang memiliki lebih dari satu permukaan, tak dikenakan biaya tambahan.

Seperti dikemukakan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Cirebon, H Agus Saputra, saat ditemui di pasar darurat Jagasatru, kemarin.  Ia menyampaikan, sejumlah pedagang merasa keberatan atas beban biaya tambahan untuk lapak yang memiliki permukaan lebih dari satu.
“Pedagang merasa keberatan dengan adanya tambahan biaya untuk hook yang mencapai Rp1 juta,” ungkap Agus.

Agus menambahkan, para pedagang merasa keberatan karena beberapa hal. Di antaranya, penambahan biaya untuk hook itu diputuskan secara sepihak oleh pihak pengelola, tanpa kesepakatan pedagang.“Persoalannya, tidak ada pembicaraan atau musyawarah tentang tambahan harga itu. Selain itu juga, pembayaran dilakukan di bawah tangan, tanpa ada bukti pembayaran. Ini patut dipertanyakan,” kata Agus.

Diakui Agus, berdasarkan laporan yang masuk ke pihaknya, sudah ada beberapa pedagang yang membayar biaya tambahan itu. Mereka tak punya pilihan lain, bahkan sambung Agus, para pedagang bingung hendak mengadu ke siapa. “Sudah ada beberapa pedagang yang membayar. Selama ini pedagang kebingungan mau mengadu ke siapa. Karena ketua IPP (Ikatan Pedagang Pasar, red)-nya justru yang jadi investor pembangunan Pasar Jagasatru,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang Pasar Jagasatru mengatakan, kemungkinan para pedagang akan kembali menempati pasar permanen Jagasatru pada akhir bulan depan. “Katanya sih akhir Oktober kita sudah pindah ke pasar permanen,” kata pedagang nasi itu.

Ditanya terkait biaya tambahan, pedagang yang enggan dikorankan namanya itu mengaku tak tahu, karena lapak miliknya di Pasar Jagasatru terletak di bagian tengah, sehingga tak memiliki hook. Hanya saja, ia mengaku, harga lapak yang harus dibayar oleh pedagang sebesar Rp60 juta. “Untuk lapak berukuran 2×2 meter itu Rp60 juta,” katanya. (jri)

BAGIKAN