Pegawai RSUD Arjawinangun Donor Darah

25
ARJAWINANGUN – Sebagai rasa kepedulian terhadap pasien yang membutuhkan darah, Ratusan pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun, mendonorkan darahnya, kemarin (7/10).

ahmad qoyyim cirebon
Ahmad Qoyyim MARS donor darah. Foto : Ahmad Asari/Rakyat Cirebon

Direktur Utama RSUD Arjawinangun, Ahmad Qoyyim MARS mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan tiap tahunnya. Bahkan dalam setahun, 150 hingga 250 pegawai rumah sakit mendonorkan darahnya sampai tiga kali. “Ketentuan sih setahun empat kali, tapi karena takut membebani, akhirnya tiga kali setahun,” paparnya pada Rakyat Cirebon.

Dikatakan, aksi donor darah massal ini merupakan kesekian kalinya yang diselenggarakan pihak rumah sakit.  Tujuannya untuk membantu, karena tidak sedikit kasus yang kesulitan mendapatkan darah.

Oleh karena itu, tingginya kebutuhan darah harus diimbangi dengan pendonor. “Saya pernah di puskesmas, dan saya sering menemui pasien yang membutuhkan darah. Namun tidak ada yang mau mendonorkan. Makanya kita sosialisasikan disini dan responnya cukup baik. Para pegawai mau mendonorkan darahnya,” tandasnya.

Kedepan pihaknya akan coba mendata golongan darah para pegawai rumah sakit. Tujuannya untuk mempermudah pada saat pasien rumah sakit ada yang membutuhkan darah tertentu.

Jika hal itu bisa diterapkan, kata dia, maka pasien tidak perlu lagi mencari darah kemana-mana. Karena sudah ada pegawai yang siap mendonorkannya.
“Saya sudah lempar isu ini ke para pegawai. Memang belum disepakati, makanya akan kita bahas dulu,” terangnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai kebutuhan darah di rumah sakit, dikatakan Qoyyim, tiap bulannya rumah sakit membutuhkan sebanyak 300 hingga 500 labu darah. Sejauh ini kebutuhan tersebut masih dapat dipenuhi oleh pihak Palang Merah Indonesia (PMI) Cirebon. “Kebutuhan darah cukup banyak, makanya perlu digalakan aksi donor darah,” tandasnya. (ari)

BAGIKAN