Pelabuhan Belum Penuhi Rekomendasi KLHK

DPRD Desak Pemasangan Alat Pengontrol Mutu Udara dan Stokpile

CIREBON – Alat pengontrol batubara dinilai penting di wilayah pelabuhan. Hal itu tentunya untuk mengetahui kadar udara di wilayah pelabuhan lantaran saat ini aktivitas bongkar muat batubara sudah normal.

pelabuhan cirebon
Pelabuhan Cirebon. dok. Rakyat Cirebon

Hal tersebut sesuai dengan syarat yang digelontorkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Ketua Komisi B DPRD Kota Cirebon, Ir H Watid Sahriar MBA, mengatakan, pemasangan alat pengontrol dan permintaan untuk merelokasi stokpile merupakan salah satu hasil dari kunjungan ke KLHK dan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) pekan lalu.

“Sebelum Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) diajukan oleh Pelindo II Cabang Cirebon, KLHK memberikan rekomendasi tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi, ada 10 syarat dan dua diantaranya belum dipenuhi, yaitu soal pengontrolan ambang batas debu dan relokasi stokpile,” beber Watid.

Ia menuturkan, dibuka kembalinya aktivitas bongkar muat batubara merupakan keputusan final yang telah ditetapkan oleh KLHK dan Kemenhub atas permohonan yang diajukan oleh Walikota Cirebon. “Kita kemarin sudah mendapatkan penjelakan dari KLHK dan Kemenhub,” katanya.

Namun, sambungnya aktivitas bongkar muat batubara di Pelabuhan Cirebon bisa ditutup kembali, jika selama aktivitas bongkar muat batubara itu tak ada perubahan, artinya tetap menimbulkan dampak debu.

“Mereka berjanji setiap bulan akan dievaluasi. Apabila tetap memberikan dampak buruk, kami akan meminta Pelindo untuk menutup kembali,” katanya.

Watid juga akan meminta pihak pelabuhan untuk segera memasang alat pengontrol baku mutu udara dan melakukan relokasi stokpile. “Karena itu permintaan KLHK, kita setuju. Kita meminta segera mungkin untuk dipasang,” tegasnya.

Ditambahkan Watid, alat pengontrol baku mutu udara itu rencananya tak hanya dipasang di sekitar pelabuhan. Melainkan, akan dipasang di lima titik seluruh Kota Cirebon. (man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!