Pemilihan Ditunda hingga Pilwu Serentak

44
Pemilih dalam Pemilihan Kuwu PAW Desa Asjap Tak Sesuai Aturan

ASTANAJAPURA– Sempat diulang, pemilihan kuwu pergantian antar waktu (PAW) Desa Astanajapura (Asjap) Kecamatan Astanajapura terpaksa dibatalkan.
Selanjutnya, sesuai dengan aturan, pemilihan kuwu di Desa Astanajapura itu akan dimasukan kedalam agenda pemilihan kuwu (pilwu) serentak.

pemilihan kuwu serentak cirebon
Pilwu dibatalkan. Foto : Kim Abdrurahim/Rakyat Cirebon

Pantauan Rakyat Cirebon, dalam pemilihan kuwu PAW yang diikuti dua calon tersebut berjalan lancar.  Namun, dalam perhitungan calon nomor urut satu Abdul Muid mendapat 21 suara, calon nomor urut dua Syarifudin memperoleh 26 suara, sedangkan sisanya 15 suara tidak sah sehingga tidak memenuhi 50,1 persen.
Panitia pun mencoba melakukan pemilihan ulang. Akan tetapi, saat pemilihan ulang jumlah pemilih kurang dari ketentuan sehingga  pemilihan ulang dibatalkan dan masuk dalam agenda pilwu serentak.

Camat Astanajapura Iman Santoso, MSi mengatakan, pihaknya dengan pihak panitia pilwu sepakat dan sengaja mengulang pemilihan kuwu tersebut dikarenakan pemilih yang tidak sah kurang dari 50,1 persen. Dengan hasil pemilihan itu, maka harus diulang lagi. “Tapi karena dalam pemilihan ulang pemilih kurang dari yang ditentukan maka pemilihan kuwu akan diadakan dalam pilwu serentak pada Oktober nanti,” ungkap Iman Santoso seusai acara, kemarin.

Diakui Iman, awalnya para pendukung bakal calon kuwu tidak terima dengan pemilihan ulang. Namun, karena dalam pemilihan ulang pemilih kurang dari ketentuan, maka pemilihan kuwu dilaksanakan dalam pemilihan kuwu (pilwu) serentak. Dikatakan Iman, sambil menunggu persiapan pilwu serentak, tugas kuwu dilanjutkan oleh pejabat yang sekarang.

“Kita juga akan adakan evaluasi enam bulan sekali kepada pejabat karena dari pejabat sekarang mumpuni dan bisa terus melanjutkan,” ujarnya.Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan (BPMPD) Kabupaten Cirebon, Adang Kurnida menjelaskan, penundaan pemilihan yang sempat dilakukan merupakan sesuai ketentuan.

“Ini mekanismenya sesuai aturan, sesuai perbup. Calon ada dua, ada musyawarah juga sudah. Cuma ada ketentuannya 50,1 dalam pemilihan ulang. Dan diulang lagi, dibatalkan karena kurang dari persyaratan dan akan dilaksanakan kembali pada pilwu serentak,” terangnya. Sedangkan pejabat kuwu, kata Adang, akan menjabat terus sampai pemilihan kuwu serentak. “Tapi itu juga sesuai keputusan camat akan diadakan evaluasi. Dan ini semua sesuai dengan ketentuan,” pungkasnya. (kim)

BAGIKAN