Pemkab Indramayu Tetapkan Darurat Air Bersih

9
Seluruh Desa di Indramayu Alami Kekurangan Air

INDRAMAYUBupati Indramayu Anna Sophanah menetapkan Kabupaten Indramayu darurat air bersih. Pasalnya, seluruh wilayah Kabupaten Indramayu yang terdiri atas 309 desa dan 8 kelurahan dari 31 kecamatan mengalami kekurangan air bersih. “Sekarang ini Kabupaten Indramayu masuk darurat air bersih. Kekurangan air bersih hampir merata,” tutur Anna saat pembagian air bersih dari BUMN peduli untuk ratusan warga Desa Pringgacala dan Desa Tanjakan Kecamatan Karangampel, Senin (28/9).

bupati indramayu anna sophanah
Bupati Indramayu Anna Sophanah bagikan air. Foto : Lazuardi/Rakyat Cirebon

Dengan kondisi demikian, dirinya sudah menginstruksikan pada BPBD Kabupaten Indramayu untuk segera memenuhi setiap permintaan air bersih dari warga. Masyarakat pun diminta proaktif melaporkan kepada aparat desa/kecamatan jika membutuhkan bantuan air bersih.“Saya perintahkan pada BPBD agar lebih proaktif dalam memberikan bantuan pada masyarakat terkait air bersih. Karena ini sudah darurat air bersih,” kata wanita berkacamata itu kepada Rakyat Cirebon.

Anna pun mengaku bersyukur ada perhatian dari BTN dan Pertamina di Kabupaten Indramayu berupa 200 tangki berisi air bersih. “Terima kasih kepada Bank BTN dan Pertamina. Kami berharap bantuan tidak berhenti di sini. Semoga ada bantuan dari BUMN dan pihak swasta lainnya,” katanya.Selama pembagian air, Anna sempat meminta maaf kepada warga atas keterlambatan pemberian bantuan air bersih ini.

“Kalau telat dalam distribusi kami Pemkab mohon maaf. Karena armada yang kami punya tak sebanding dengan permintaan dari masyarakat Indramayu. Sedangkan stok yang diambil dari Kuningan,” paparnya.Dia meminta pengertian masyarakat bahwa armada untuk mengirim air terbatas, sedangkan yang permintaan air bersih seluruh desa/kelurahan di Kabupaten Indramayu.
“Upaya lainnya, sekda sedang ke Jakarta, memohon bantuan pemerintah pusat, terutama agar Waduk Jatigede lebih cepat dibuka karena Indramayu sangat bergantung pada aliran Sungai Cimanuk,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Indramayu Masdik menjelaskan, dengan ditetapkannya darurat air bersih oleh Bupati, pihaknya berupaya melakukan percepatan pengiriman air bersih.
Akan tetapi, pihaknya mengeluhkan minimnya armada, sehingga jumlah tangki yang ada di Indramayu ada lima, sehingga dalam sehari 10 rit air bisa di distribusikan. “Punya BPBD 3 unit, PMI 1 unit, dan PDAM 1 unit. Sehari biasanya 5 tangki sehari, sekarang 10 tangki. Ya, pengiriman pagi dan sore,” katanya.

Hingga saat ini, ungkapnya, sudah sekitar 100 desa/kelurahan di 21 kecamatan yang sudah dikirimi air bersih. Dengan adanya program bantuan 200 tangki air dari BUMN, pihaknya menargetkan 80 desa lagi untuk dikirim air bersih.
Masdik menyebutkan, pertama kalinya pihak BUMN memberikan perhatian terhadap masyarakat yang kekurangan air bersih. Dia berharap hal ini diikuti oleh BUMN lainnya dan perusahaan swasta di Kabupaten Indramayu.
“Ada kabar dari PT Pos akan menyusul, tapi entah benar atau enggak. Kami berharap ada perhatian dari BUMN lainnya, seperti PLTU, PLN, dan Telkom, agar berkoordinasi. Begitu pula perusahaan swasta,” tandasnya. (laz)

BAGIKAN