Pemuda Kehilangan Arah

Pemuda Kehilangan Arah

** Mentok, Jadi Pejuang Gedget

RAKYATCIREBON.ID – Pemuda milenial, kehilangan arah perjuangan.Tidak memiliki wacana kedepan. Padahal, keberadaannya saat ini diuntungkan dengan kemudahan akses tekhnologi. Namun rupanya malah menggelincirkan.

Direktur Studi Ekonomi Bisnis Politik dan Kebijakan Publik (SEPADAnit), Heru Subagja SIP MM menjelaskan kondisi pemuda milenial berbeda dengan pemuda dimasa tahun 70an. Bagi pemuda tahun 70an, wacana kedepan dimiliki. Ada semangat dan nilai perjuangan tertanam. Sementara, pemuda milenial, kehilangan arah perjuangan.  

“Terjadi distorsi. Cita-cita dan cara pandang pemuda saat ini, terhadap masa depan berbeda, ruh perjuangannya tidak ada,” kata Heru usai memperingati HUT Sumpah Pemuda, kemarin.

SEPADAnit prihatin. Ada frame baru, membuat pemuda kebingungan. Arah tujuannya tidak ada. Mestinya, dimasa Pandemi Covid-19, pemuda bisa mengambil peran, menjadi tulang punggung perubahan, nyatanya nihil.

“Mereka mentok menjadi pejuang gadget,” ucap alumnus UGM itu. Padahal, ketika pemuda mau mengambil peran bisa. Slotnya terbuka. Misalnya, melakukan pemberdayaan masyarakat menengah.

Kesadaran mengembalikan marwah pemuda minim. Kalaupun ada, terbatas. Inisiasi dari pemuda sendiri tidak ada. Pemerintah mestinya hadir. “Kalaupun ada, sekarang pemerintah paling mengarahkan pemuda ke ranah politik semata. Tapi tidak menjadikan pemuda sebagai orang yang memiliki sisi militansi,” tegasnya. 

“Pemuda sekarang dalam gerakan apatis. Idiologi mereka saat ini bagaimana mereka bisa hidup, bisa eksis,” kata dia. 

“ Saran kami, programkan saja wajib militer. Permenkan kalau perlu,” tegasnya.

Karena lanjut dia, pemuda sudah tidak mengetahui apa yang mereka inginkan sebagai pemuda asli Indonesia. “Saya pikir, ciri khas pemuda Indonesia saja, sekarang sudah tidak ada. Sudah semraut,” imbuhnya.

Atas dasar itu, Sekretaris Jenderal SEPADAnit, Riswan SE menegaskan dalam momen peringatan sumpah pemuda, pihaknya mengajak siapapun dari generasi milenial yang hendak berkontribusi bagi negara bergabung.

“Kami di SEPADAnit mengajak pemuda berkontribusi nyata bagi negara, melalui peran sertanya di masyarakat,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!