Penataan Pasar Kanoman Terkendala Dana

4
Tendanisasi Baru untuk 80 PKL, Padahal Ada Sekitar 238 Pedagang  

LEMAHWUNGKUK– Rencana Pemerintah Kota Cirebon untuk menertibkan kawasan Pasar Kanoman terkendala anggaran.  Langkah pertama yang dilakukan pemkot adalah melakukan penataan terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di sekitaran Jalan Kanoman.
penataan pedagang cirebon
Rapat penataan pedagang. Foto : Nurul Fajri/RakyatCirebon
Namun, dari PKL sejumlah sekitar 238, Pemkot Cirebon melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) baru bisa membiaya program penyeragaman tenda terhadap 80 PKL.
“Berdasarkan data yang kami catat, ada 238 lapak PKL di kawasan Pasar Kanoman yang akan ditertibkan. Untuk tahun ini, kita baru bisa menyiapkan tenda seragam atau tendanisasi untuk 80 PKL dulu,” ungkap Kepala Disperindagkop UMKM Kota Cirebon, Drs Agus Mulyadi MSi, usai rapat bersama para pedagang, kemarin, di Pasar Kanoman.
Agus menambahkan, anggaran tak kurang dari Rp192 juta akan dialokasikan di APBD Perubahan 2015 untuk program penyeragaman tenda PKL.  Sementara PKL yang belum mendapatkan program itu, bisa mendapatkannya di tahun depan. Pemkot Cirebon secara bertahap melakukan penataan terhadap PKL di kawasan itu.
“Dalam APBD Perubahan 2015 kita sudah mengalokasikan Rp192 juta untuk program tendanisasi terhadap 80 PKL.  Setelah itu, secara bertahap program tendanisasi akan berlanjut di 2016,” jelasnya kepada Rakyat Cirebon.
Untuk program tendanisasi tahap selanjutnya, kata Agus, pihaknya akan mengupayakan sharing pendanaan, selain dari APBD Kota Cirebon juga bisa bersumber dari CSR sejumlah perusahaan. 
“Nanti per PKL punya lapak dengan ukuran 2×2 meter. Untuk sumber dana, bisa dari APBD dan CSR beberapa perusahaan,” kata dia. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs Asep Dedi MSi mengatakan, program penataan Pasar Kanoman termasuk wilayah sekitarnya, perlu dukungan semua pihak.
“Ini perlu dukungan dari semua pihak. Terutama pedagang di Pasar Kanoman. Karena kami akan memfasilitasi sesuai dengan kemampuan kami untuk menata Pasar Kanoman,” kata Asep Dedi. Dikatakan Asep Dedi, penataan PKL di sekitaran Pasar Kanoman yang selama ini kerap mengganggu arus lalu lintas di Jalan Kanoman menjadi bagian awal dari rencana selanjutnya, yaitu penataan pedagang di Pasar Kanoman itu sendiri.
“Kita akan menata PKL dan pedagang. Untuk kali ini, yang ditata PKL yang di depan (Pasar Kanoman) dulu. Kita rencanakan untuk tendanisasi bagi PKL,” katanya. Pria berkacamata itu juga menyatakan, penataan PKL yang dilakukan pihaknya akan difokuskan di Jalan Kanoman dan sekitarnya. 
Rencananya, ratusan PKL itu akan ditata agar lebih tertib dan rapih. “Untuk di Jalan Kanoman saja memungkinkan. Jadi nanti kita tata, lapak PKL itu berjarak satu meter dari jalan, agar tidak menganggu lalu lintas,” kata dia. 
Penataan itu dilakukan, lanjut Asep Dedi, karena selama ini arus lalu lintas di Jalan Kanoman terganggu oleh keberadaan PKL dan parkiran sepeda motor yang ada di bahu jalan. “Oleh karena itu, selain menata PKL, pihaknya juga akan menata lahan parkir di area itu. “Untuk parkir, nanti ditata juga,” katanya. (jri)
BAGIKAN