Penentuan Wawali Pengaruhi Kekuatan Azis

59
Komunikasi Politik Kurang Baik, Petahana Diprediksi Keropos di Pilwalkot 2018

KEJAKSAN- Peluang Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018 mendatang, salahsatunya ditentukan oleh proses pengisian wakil walikota (wawali).

balaikota cirebon
Balaikota Cirebon. Image by id.wikipedia.org

Pemerhati Politik Cirebon, Ahmad Rifai SH menilai, polemik pengisian wawali akan memengaruhi kekuatan politik Azis, baik di kalangan partai politik lain maupun publik.

“Proses itu akan berpengaruh pada kekuatan Pak Azis di 2018 nanti,” kata Rifai kepada Rakyat Cirebon.

Menurutnya, polemik proses pengisian wawali yang belum juga usai, menunjukkan bahwa komunikasi politik Azis, paling tidak dengan partai yang mengusung dirinya bersama Ano Sutrisno (alm) di Pilwalkot 2013 lalu, kurang baik.

“Terlihat bahwa Pak Azis kurang pandai dalam menjajaki komunikasi politik. Sampai-sampai, persoalan yang mengganjal proses pengisian wakil walikota tidak kunjung selesai,” katanya.

Meskipun dalam berbagai kesempatan Azis selalu sesumbar membutuhkan wawali, lanjut dia, tidak ada solusi konkret yang dilakukan Azis untuk memecah kebuntuan proses pengisian wawali.

“Di satu sisi Pak Azis bilang ingin cepat ada wakilnya. Tapi di sisi lain, dia tetap ngotot mengajukan nama calon wakil walikota yang menuai penolakan dari partai pengusung,” katanya.

Dari sisi pemerintahan, Rifai menilai, belum ada capaian signifikan yang ditunjukkan Azis selama menjadi walikota menggantikan Ano Sutrisno (alm).

“Belum terlihat capaian kinerja Pak Azis selama jadi walikota,” ujarnya.

Kondisi itu, kata dia, bila terus menerus dibiarkan, maka kekuatan Azis bila maju lagi di Pilwalkot mendatang akan keropos.

Dari kalangan birokrat pun, Rifai memprediksi tak sepenuhnya mendukung Azis untuk kembali memimpin.

“Pak Azis perlu segera berbenah agar capaian kinerjanya jelas. Dari sisi politik juga sama. Persoalan pengisian wakil walikota harus dituntaskan segera. Kalau tidak, kekuatan dia akan keropos di 2018 nanti,” kata Rifai menandaskan.

Namun demikian, masih kata Rifai, selain masih ada waktu yang cukup untuk Azis membuktikan diri dengan capaian kinerja, figur pendamping dirinya di Pilwalkot mendatang pun akan memengaruhi.

Sehingga, Rifai menyarankan Azis untuk mencari pendamping yang memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi. “Mungkin salahsatunya Pak Oki (sapaan akrab Bamunas S Boediman, red),” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, setelah lawan politik, PDIP, meragukan kekuatannya, belakangan mencuat wacana bahwa tak ada jaminan bagi Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH untuk kembali diusung Partai Demokrat pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018 mendatang.

Meski sebelumnya Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Kesambi, HP Yuliarso BAE menegaskan Azis masih punya kekuatan untuk bersaing di Pilwalkot 2018, tapi sebagian kader mercy justru tak memberikan garansi bagi Azis untuk kembali dicalonkan.

Hal itu dikemukakan mantan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC Partai Demokrat Kota Cirebon, Achmad Sofyan, kepada wartawan koran ini, Jumat (2/10).

Ia justru mengapresiasi penilaian PDIP terhadap Azis.

“Saya mengapresiasi pernyataan ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Lemahwungkuk. Itu akan menjadi catatan DPC Partai Demokrat Kota Cirebon untuk berbenah agar lebih optimal,” ungkap pemilik KTA Partai Demokrat itu.

Paling tidak, kata Sofyan, psywar yang diumbar partai berlambang banteng moncong putih dalam lingkaran itu menjadi salahsatu pemicu semangat bagi Partai Demokrat untuk lebih serius menghadapi Pilwalkot 2018.

“Karena ada mesin partai baik dari DPC, PAC, kader, simpatisan yang harus disiapkan secara matang untuk menyongsong Pilkada Kota Cirebon,” kata pria berkacamata itu.

Dikatakannya, nasib Nasrudin Azis untuk mendapat kepastian dicalonkan di Pilwalkot atau tidak, ditentukan melalui agenda Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Demokrat Kota Cirebon.

“Tergantung hasil muscab nanti bagaimana,” katanya. (jri)

BAGIKAN