Pengamat: Penunjukan 7 Stafsus Milenial Jokowi Harus Jelas Tugas Tupoksinya, Jangan Jadi Pajangan

24
residen Joko Widodo memperkenalkan 7 orang staf khusus Presiden berusia muda dan berasal dari kalangan milenial di veranda Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11) petang | Antara/Desca Lidya Natalia

RAKYATCIREBON.ID-Pengamat Komunikasi Politik, Ujang Komarudin menilai hal yang postif saja terhadap penunjukan 7 staf khusus milinial Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hanya saja menurut Ujang ke 7 milinial yang didaulat menjadi staf khusus Presiden itu harus jelas tugas dan tupoksinya.

Sebab jangan sampai menurut dia, ke tujuh stafsus milenial Jokowi tersebut hanya jadi pajangan dan penghias istana namun tidak diarahkan dalam menjalankan tugas dan fungsinya menjadi penghubung ide-ide milinial dengan kebijakan presiden.

“Hal yang positif saja jika ada Stafsus Millenial. Namun tugasnya harus jelas. Dan jangan sampai hanya jadi pajangan dan hiasan,” katanya di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Dosen Unversitas Al Azhar Indonesia ini menambahkan, Jokowi ingin merealisasikan janjinya untuk dikelilingi dan dibantu kaum millenial. Dan arah kebijakan Jokowi ingin menarik simpati kaum millenial Indonesia.

“Karena kita tahu pemilih terbesar Pilpres 2019 kemarin itu kalangan millenial. Dan Pilpres 2024 juga pemilih millenial akan semakin banyak lagi,”katanya.

Terlebih arah kebijakan Jokowi tengah mengarah pada digitalisasi ekonomi dan industri 4.0 yang semakin masif di Indonesia. Karena menurut dia ke depan para milenial ini yang akan menjadi menjadi pionir dari industri 4.0 tersebut.

Selumnya, Presiden Jokowi telah menunjuk 7 orang staf khusus  milenial, nama-nama beken seperti Adamas Belva Syah Devara pendiri Aplikasi Ruang Guru, Ayu Kartika Dewi (gerakan Sabang Merauke), Putri Indahsari Tanjung, CEO dan Founder Creativepreneur, Gracia Billy Yosaphat Membrasar, CEO Kitong Bisa, Angkie Yudistia, Aminuddin Ma’ruf mewakili santrim dan Andri Taufan Garuda Putra Pendiri Lembaga Keuangan Amartha. (*)