Pengawas Tekan Potensi Konflik Pilwu Serentak

58
Tahap Masa Sanggah Untuk Penyelesaian Masalah


SUMBER – Dari 124 desa yang akan menggelar pemilihan kuwu (pilwu) serentak pada 25 Oktober mendatang. Ada sejumlah desa yang mendapat pengawasan ketat dari panitia, baik keamanan dan pengawas.

konflik pilwu cirebon
Ilustrasi konflik. Image by riaupos.co

Kepala Badan Kesbanglinmas Kabupaten Cirebon yang juga masuk dalam tim pengawas daerah, Ade Setiadi mengungkapkan, daerah yang rawan disaat pemilihan seperti ini biasanya yang terletak di pantura. Namun, sampai pada tahapan penetapan bakal calon menjadi calon beberapa waktu lalu, semuanya berjalan kondusif.

 “Biasanya diwilayah utara Cirebon yang rawan. Tapi melihat tahapan kemarin, ternyata berjalan aman. Meskipun di daerah utara yakni Kertasura memiliki lebih dari lima balon (sebelum penetapan),” terangnya pada Rakyat Cirebon belum lama ini. Dikatakan, memasuki tahapan selanjutnya, dirinya yakin bisa melaluinya tanpa ada gesekan. Apalagi para calon sendiri sudah mendeklarasikan diri untuk menyukseskan pilwu yang aman dan damai.

“Semoga saja semuanya lancar, kalau ada yang tidak terima dengan putusan atau hasilnya nanti. Itu hal wajar, setiap apapun pasti ada yangpro dan kontra,” paparnya.  Lebih jauh dikatakan Ade, pada saat dilapangan ada masalah, maka peranan dari pengawas lah untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, pengawas harus selalu berkordinasi dengan panitia lainnya yang ada di daerah.

 Hal senada diungkapkan, Ketua Tim Pengawas Daerah, Hendra Nirmala, pengawas dibawah yang terdiri dari camat, kapolsek, koramil dan lainnya, harus bisa menyelesaikan permasalahan yang ada. Kemungkinan besar, pada saat masa sanggah atau setelah selesai pilwu pada 25 Oktober mendatang.

Akan ada sejumlah calon yang tidak puas dengan hasilnya. Disanalah tugas dari pengawas untuk menyelesaikannya.  “Semua masalah harus bisa diselesaikan pada saat masa sanggah. Sehingga saat penetapan sudah tidak ada masalah,” terangnya. (ari)

BAGIKAN