Pengawasan Pilwalkot Lebih Ketat

Pengawasan Pilwalkot Lebih Ketat

‎Susilo menyebutkan, para pengawas TPS nantinta wajib melaporkan segala indikasi pelanggaran di masing-masing TPS kepada Panwaslu dan Panwascam. Laporan tersebut bisa dengan bukti foto maupun video. Di samping itu, komisioner Panwaslu juga melakukan pengawasan langsung dengan pembagian daerah pemilihan (dapil).

‎”Saya juga turun langsung di Dapil I (Kejaksan-Lemahwungkuk), Mas Joharudin di Dapil III (Kesambi-Pekalipan) dan Mas Beni di Dapil II (Harjamukti),” katanya.

Disebutkan Susilo, beberapa potensi pelanggaran di TPS, diantaranya pemasangan alat peraga kampanye (APK), money politic hingga penggunaan hak pilih ganda. “Selain mengantisipasi pelanggaran, kita juga mendorong agar tingkat partisipasi masyarakat‎ tinggi,” kata dia.

‎Masa kerja pengawas TPS sendiri sekitar sebulan. Dimulai pada H-23 sampai H+7 pelaksanaan pilwalkot. Saat ini, Panwaslu tengah menyosialisasikan melalui Panwascam. Diharapkan, pengawas TPS merupakan warga sekitar TPS guna memudahkan pengawasan. “Kita siapkan juga honornya,” kata Susilo.

Senada disampaikan Anggota Panwaslu, M Joharudin MPd. Menurutnya, pengawasan di tiap TPS, selain karena diatur regulasi, juga merupakan upaya untuk mencegah terjadinya pelanggaran dalam pelaksanaan Pilwalkot Cirebon. “Pada prinsipnya, kita lebih baik mencegah. Jangan sampai terjadi pelanggaran pemilu,” katanya. (jri)‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!