Pengerjaan Proyek Pasar Jagasatru Dikebut

27
Habiskan Dana Rp30 Miliar, Bulan Depan Diresmikan Walikota 

KESAMBI– Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Cirebon menargetkan peresmian Pasar Jagasatru pada pertengahan November mendatang. Makanya, pengerjaan proyek itu dikebut untuk segera selesai dan ditempati pedagang.
pasar jagasatru cirebon
Pasar Jagastru. Foto : Nurul Fajri/Rakyat Cirebon
Hal itu seperti disampaikan Direktur Operasional PD Pasar Kota Cirebon, H Didi Mahdi, saat meninjau pembangunan Pasar Jagasatru, kemarin. Menurutnya, proses pembangunan sudah hampir rampung. “Alhamdulillah sudah tinggal sedikit lagi selesai dan pedagang segera akan menempati Pasar Jagasatru yang baru,” ungkap Didi kepada Rakyat Cirebon.
Ia menambahkan, PD Pasar menargetkan Pasar Jagasatru dapat diresmikan oleh walikota pada pertengahan bulan depan, masih dalam suasana hari jadi ke-646 Kota Cirebon. “Insya Allah pertengahan November akan diresmikan oleh Pak Walikota langsung,” kata dia.
Ia menjelaskan, di Pasar Jagasatru terdapat beberapa jenis kios dan los. 
Untuk kios dua lantai dengan ukuran 6 meter x 3 meter terdapat 20 unit, harganya sebesar Rp440 juta, kios satu lantai dengan ukuran 3 meter x 3 meter harganya Rp153 juta dan untuk ukuran 3 meter x 2 meter sebesar Rp104 juta, jumlahnya 251 unit.
“Untuk kios mamin dengan ukuran 2,5 meter x 2,5 meter harganya Rp65 juta, itu ada 23 unit, sementara los dengan ukuran 2 meter x 2 meter harganya Rp60 juta dan untuk ukuran 1,5 meter x 2 meter harganya Rp45 juta itu ada 400 unit. Jadi total semuanya ada 694 unit, baik kios maupun los,” jelasnya.
Diakui Didi, berdasarkan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) yang disusun investor, untuk membangun Pasar Jagasatru menghabiskan dana sekitar Rp30 miliar. “Tapi ya tetap pengelolaannya di PD Pasar,” katanya.Sementara itu, Inspektorat diminta melakukan audit secara objektif terkait proses pelimpahan pengelolaan dari PD Pasar ke pihak investor.
“Inspektorat harus segera bergerak melakukan audit terhadap PD Pasar,” ungkap mantan anggota dewan periode 2009-2014, Sunarko Kasidin SH MH.Pria yang juga ketua DPC Partai Hanura Kota Cirebon itu mengendus adanya ketidakberesan dalam proses penyerahan pengelolaan Pasar Jagasatru kepada investor. 
“Bagaimana ceritanya pembangunan pasar dengan modal yang sangat besar, tidak dilelangkan? Saya kira ada yang tidak beres,” kata politisi yang akrab disapa Abah Ako itu.Dengan begitu, Abah Ako menduga ada praktik main mata antara PD Pasar dengan pihak investor terkait pengelolaan Pasar Jagasatru.
“PD Pasar seharusnya tidak semudah itu menyerahkan pengelolaan Pasar Jagasatru kepada investor. Karena Pemerintah Kota Cirebon tidak dapat apa-apa, kecuali bangunan pasar setelah kontrak habis 25 tahun mendatang,” tuturnya.
Menurutnya, apa yang dilakukan PD Pasar, selain menghilangkan potensi pendapatan daerah, juga membuka lebar pintu bagi investor untuk memainkan harga kios maupun los di Pasar Jagasatru. Terbukti, harga yang dipatok terbilang fantastis.
“Dengan harga yang dipatok pihak investor, diperkirakan ada uang sekitar Rp55 miliar lebih yang didapat investor dari pedagang. Sementara pembangunan, sebagaimana diklaim investor, menghabiskan Rp30 miliar,” ujarnya. (jri)
BAGIKAN