Penipu Intai Pengguna Ponsel dan ATM

4
PALASAH – Modus penipuan untuk mendapatkan uang ataupun barang dari pihak warga memang bermacam macam, termasuk melalui telepon. Salah satunya, melalui komunikasi sambungan selular tersebut, si penelpon terkadang menjanjikan bahwa yang dihubungi mendapatkan hadiah tertentu berupa sejumlah uang, tanpa perlu bayar pajak ataupun biaya biaya lainnya.

waspada penipuan online
Ilustrasi penipuan. Image by news.com.au

Padahal, modus tersebut hanya untuk menarik simpati calon korbannya. Biasanya, si penipu meminta calon korbannya agar segera mendatangi ATM terdekat. Selanjutnya, diminta menyebutkan pin dari kartu ATM si calon korban.

Salah seorang warga Palasah, Ratna (26) mengaku pernah mengalami kejadian serupa. Dua hari yang lalu ia sempat dihubungi oleh nomer baru yang tak ada namanya, namun langsung menyebutkan bahwa nomer dirinya telah mendapatkan hadiah uang sejumlah Rp10 juta.

“Awalnya senang, karena saya dapat Rp10 juta tanpa perlu kerja, tetapi kata suami saya itu penipuan. Sebab kalau memang perusahaan tersebut mengadakan undian, biasanya besar besaran dan diiklankan di televisi, dan biasanya juga sifatnya resmi, kalaupun nelpon di ponsel langsung tercatat perusahaan yang dimaksud. Jadi bukan anonim,” ujarnya kepada Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group) , Selasa (6/10).

Ratna mengatakan, suaminya setahun yang lalu juga pernah mendapatkan telpon serupa, dan suaminya nyaris saja kena tipu. Namun suaminya itu hanya sebatas ingin mengetahui permainan si penelpon.

“Suami saya waktu itu langsung mendatangi Mesin ATM terdekat, padahal sebetulnya pura-pura, dan kartu yang digunakan juga sudah tak ada tabungan yang tersimpan alias kartu ATM non-Aktif. Tapi si penelpon langsung meminta nomer pin, waktu itu juga dia mematikan dan memutuskan komunikasi tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Dani yang merupakan suaminya membenarkan bahwa beberapa bulan yang lalu hampir saja kena tipu dengan modus yang sama kepada istrinya, yakni mendapatkan hadiah undian.

“Modusnya sama, orang yang menelpon menginformasikan hadiah dan uang. Tetapi orang tersebut terus berbicara dengan nada cepat. Sehingga yang ditelpon merasa terintimidasi dan terburu-buru serta panik,” katanya. Kalau sudah begitu,kata dia biasanya mudah terhasut.

Namun, ia waktu itu tersadar bahwa untuk mendapatkan uang tidak mudah. Tiba-tiba dapat undian dan belum pernah ikutan undian, bisa dipastikan orang yang nelpon merupakan penipu. “Waktu itu, saya ingin tau permainannya, makanya pura-pura mendatangi mesin ATM, dan menyebutkan nomer pin salah satu bank,” ujarnya.

Menurutnya, saudaranya yang berada di Karawang juga pernah mengalami kejaidan serupa. Bahkan, saudaranya itu hampir tertipu. “Modusnya sebenarnya menguras uang di tabungan kita lewat ATM. Si penelpon yang mau menipu biasanya minta pin kartu ATM kita. Sebagai korban saya berpesan agar jangan mau memberikan nomer PIN kita pada orang sembarangan,”imbuhnya. (hrd)

BAGIKAN