Penolakan KPU Dianggap Inkonstitusional

Penolakan KPU Dianggap Inkonstitusional

“Dengan ini, kami menyatakan mosi tidak percaya kepada seluruh perangkat penyelenggaraan Pilkada tahun 2018 di Kota Cirebon, yang terdiri dari KPU, Panwaslu Kota Cirebon serta Bawaslu Provinsi Jawa Barat,” tegas Dani.

Sementara itu, Calon Walikota Cirebon nomor urut satu, Bamunas S Boediman menyampaikan bahwa semua upaya yang sedang ditempuh oleh koalisi partai yang mengusungnya adalah upaya untuk menegakkan kebenaran, dimana dilapangan sudah jelas ditemukan pelanggaran.

“Apa yang sedang ditempuh adalah upaya menegakkan kebenaran, saya dan pak Edo sebagai kader partai mengembalikan semua kepada partai, malam ini kami juga dipanggil oleh DPP masing-masing untuk menjelaskan apa yang terjadi di Kota Cirebon,” ungkap Bamunas.

Menyikapi semua hal yang terjadi hingga saat ini, Bamunas pun mengimbau kepada semua relawan dan pendukungnya untuk tetap menjaga kondusifitas Kota Cirebon.

“Komitken kami, Kota Cirebon tetap aman dan kondusif, saya imbau kepada para relawan dan pendukung untuk tetap tenang dan jangan terpancing, upaya hukum sedang kita jalankan,” imbau Bamunas.

Menambahkan apa yang disampaikan oleh Bamunas, Calon Wakil Walikota Cirebon nomor urut satu, Effendi Edo mengatakan, secara pribadi dirinya sangat menyesalkan apa yang terjadi, ia yang selama ini menjaga agar proses pilkada terlaksana dengan baik sesuai aturan akhirnya dikotori oleh praktek-praktek yang tidak sesuai PKPU nomor 8/2018, bahkan, yang melanggar adalah pihak yang seharusnya berpedoman pada PKPU tersebut.

“Saya dan pak Oki selama ini mencoba mengikuti semua aturan yang ada, tapi kenapa aturan tersebut malah dilanggar oleh yang seharusnya menjalankan aturan itu, saya sangat menyesalkan itu,” tambah Edo. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!