Penutupan Batubara Ditangan Walikota Cirebon

8
Besok Dirapatkan dengan Dewan, Pelindo Keberatan 

CIREBON – Walikota Cirebon Nasrudin Azis sudah menyiapkan kebijakan terkait dampak debu batubara. Hal ini dilakukan oleh orang nomor satu di Kota Cirebon itu usai menerima laporan dri Kantor Lingkungan Hidup (KLH) dan DPRD.

walikota crebon
Walikota Cirebon Nasrudin Azis. doc. Rakyat Cirebon

“Kami sudah mendapat kabar dari hasil kajian dan konsultasi yang dilakukan Komisi B DPRD dengan PT Pelindo II, Selasa atau Rabu (besok, red) saya akan menentukan sikap sekaligus rapat dengan pelindo dan dewan,” kata Azis kepada Rakyat Cirebon, kemarin.

Menurutnya, pihaknya selama ini belum menentukan sikap lantaran mengalami kebingungan. Disatu sisi masyarakat sudah terkena imbas, disisi lain, pihaknya tidak mau gegabah mengambil keputusan.

“Kami tunggu hasil detail dari konsultasi DPRD baik ke pihak LH Provinsi, kementrian lingkungan Hidup, dan Pelindo pusat, dari hasilnya seperti apa kita akan rapat, iya Insyallah saya pastikan selasa sudah ada sikap,” paparnya.

Dia pun berharap hasil konsultasi DPRD Kota Cirebon ke Pelindo pusat mendapatkan hasil. Namun, jika dalam pertemuan pekan depan tidak ada solusi, aktifitas batu bara akan ditutup.

“Jadi gak perlu ada kajian lagi. Toh juga dari pihak Pelindonya juga sudah menyerahkan seluruh kebijakan kepada Pemkot,” katanya.

Dia berharap, ada kelegaan hati ketika Pemkot Cirebon sudah menyatakan sikap terkait hasil dari konsultasi ke PT Pelindo pusat. “Yang jelas saya tidak ingin rakyat saya menderita terkait pelindo. Tapi saya ga mau gegabah, konsultasi dulu. Tunggu setelah data lengkap,” tandasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Ketua Komisi B DPRD Kota Cirebon Didi Sunardi mengatakan, pihaknya sudah melakukan konsultasi dengan pihak pelindo.”Hasil konsultasi sudah ada, tapi hari ini (red) kita akan segera rapatkan,” paparnya. Menurutnya, dari hasil konsultasi diantaranya  bahwa debu batu bara tersebut diambang batas.

“Iya dari hasil konsultasi kami ke KLH provinsi serta Kementrian Lingkungan hidup menyebutkan debu batu bara diwilayah pelindo tersebut sudah diambang batas, nah untuk data lebih lanjut hari ini kami akan rapatkan,” paparnya.

Ia mengatakan, sebetulnya saat ini keputusan penutupan atau tidak ada di Walikota. “Hasil konsultasi ke pelindo pusat bahwa pihaknya meminta surat dari Walikota guna menindaklajuti persoalan batu bara tersebut, jadi intinya sekarang keputusan ada di Pak Walikota,” tuturnya.

Secera prinsip lanjut Didi, pihak pelindo pusat memang sedikit keberatan dengan adanya rencana penutupan. “Iya memang pihak pelindo sedikit keberatan karena khawatir akan menghambat lajunya pembangunan di Jawa Barat, tapi kami pastikan bahwa bukan pelabuhan yang ditutup namun aktifitas batu baranya yang ditutup, kami rasa tidak akan menghambat kalau hanya batu baranya yang ditutup, namun balik lagi tetap pihak pelindo pusat menginginkan adanya surat dari Pak walikota,” pungkasnya. (dic)

BAGIKAN