Peredaran Narkoba Kian Merajalela

3
CIREBON – Perderaan narkoba di Kota Cirebon semakin marak. Tak sedikit dari kalangan pelajar yang memakai barang haram itu.

Penyuluhan bahaya narkoba
Penyuluhan bahaya narkoba. Foto: Sudirman/Rakyat Cirebon

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kasi Pencegahan dan Penyuluhan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon, Sidik Lingga Kusuma saat ditemui Rakyat Cirebon usai memberikan penyuluhan penyalahgunaan narkoba disalah satu tempat hiburan yang berada di kawasan CSB Mall, Selasa (15/3).

“Kita akui perderan narkoba ini semakin marak. Terbukti ketika saya melakukan sosialisasi dikalangan pelajar, ternyata sudah banyak yang mengenal narkoba. Bahkan sempat ada yang mengaku kalau dia itu pengguna ganja,” jelasnya.

Dikatakan Sidik, secara garis besar, para pelajar di Kota Cirebon ini sudah tahu tentang narkoba. Melihat kondisi tersebut, BNN Kota Cirebon, kata Sidik, rutin menggelar sosialisasi tentang bahaya dari penyelahgunaan obat terlerang tersebut.

Kegiatan sosialisasi, sambung dia, merupakan salah satu pencegahan dini agar para pelajar tidak terjebak oleh obat terlarang itu.

Dia mengakui, untuk tahun ini BNN Kota Cirebon belum mengagendakan sosialisasi atau sidak di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes). Mengingat, dibeberapa daerah lainnya sudah melakukan sosialisasi dan sidak di lingkungan ponpes.

Namun, kata dia, BNN Kota Cirebon siap memenuhi permintaan untuk melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba ke lingkungan ponpes jika ada permintaan dari pihak ponpes.

“Kita berharap ponpes juga turut aktif dalam memerangi narkoba. Karena, untuk narkoba ini bisa saja terjadi,” tegasnya.

Ia juga mengakui, bahwa BNN pusat sudah mengimbau bahwa peredaran narkoba sudah masuk ke lingkungan ponpes seperti yang terjadi di Madura.

Sementara dalam sosialisasi yang dilakukan BNN di tempat hiburan ini merupakan upaya lain dalam melakukan pencegahan narkoba selain dari pada sidak atau tes urin.

“Kita coba memprotek, karena tempat hiburan kan identik dengan pengguna narkoba,” katanya.

Meski saat ini ada perda tentang mihol, kata Sidik, tentu tidak menutup kemungkinan masih ada para pegawai atau tamu yang mengkonsumsi mihol atau obat terlarang.

“Pernah ada yang positif, tapi tidak ada barang bukti. Tentu kami merehabilitasi pemakai itu,” tandasnya. (man) 

BAGIKAN