Persediaan Air Bersih Menipis

6
Sebagian Besar Sumur Mulai Menyusut

MAJALENGKA – Musim kemarau yang berlangsung kurang dari empat bulan, membuat warga di sejumlah daerah Majalengka mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan warga di kawasan utara Majalengka, melainkan juga mereka yang bermukim di wilayah perkotaan.

kekeringan majalengka
Ilustrasi kekeringan. Image by radarcirebon.com

Informasi yang dihimpun Raja menyebutkan, akibat tidak adanya hujan sejak empat bulan terakhir debit air sumur milik milik warga di wilayah Cigasong mulai menyusut. Bahkan, beberapa diantaranya airnya sudah mulai keruh dan kurang layak untuk dikonsumsi.

Salah seorang warga Kelurahan Tonjong Kecamatan Cigasong, Dina mengaku hampir sepekan air sumurnya mulai keruh. Air bening hanya bisa didapatkan ketika pagi hari, itupun hanya beberapa liter saja. “Sudah lima hari ini air sumur saya airnya keruh, dan dasar sumur mulai terlihat karena airnya yang semakin sedikit,”ungkapnya, Minggu (4/10).

Akibatnya, kata Dina, untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak terpaksa mengandalkan air kemasan.”Ya terpaksa, masak mencuci beras pakainya air keruh,” ujarnya kepada Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group).Kondisi serupa juga terjadi pada sumur milik Eka, warga Kelurahan Majalengka Kulon Kecamatan Majalengka. Dia mengatakan, meski berada di perkotaan dirinya tidak menjadi pelanggan PDAM. Kebutuhan air bersih untuk mandi dan memasak mengandalkan sepenuhnya pada air sumur.

“Sekarang airnya semakin menyusut, sehingga agak kerepotan, karena air hanya banyak saat pagi hari, kalau sore sudah jauh berkurang,” katanya.Biasanya, kata dia, air sumur miliknya tetap penuh meski musim kemarau. Namun, sejak dua tahun terakhir, meski musim kemarau belum begitu lama air sumurnya cepat sekali berkurang.”Biasanya saya tenang-tenang saja meski musim kemarau panjang karena air sumur selalu penuh dan airnya tetap bersih. Namun, sejak dua tahun ini baru dua atau tiga bulan dasar sumur sudah terlihat,” ucapnya.

Kondisi serupa sebelumnya juga dikatakan sejumlah warga di kawasan utara Kabupaten Majalengka. Seperti diungkapkan warga Sumberjaya, Heny. “Memasuki bulan kedua musim kemarau sebagian warga di daerah saya mulai kesulitan air bersih akibat menyusutnya air sumur,”katanya.(hsn/mgg)

BAGIKAN