Pintu Masjidil Haram Ditutup, Jumatan di Masjid Terdekat

Perjalanan Umrah Ramadan Rakyat Cirebon - Salam Tour (15)

458
Cari Masjid
PILIH BALIK LAGI. Sejumlah jamaah memilih putar balik mencari masjid untuk Salat Jumat. Hal itu karena 2 kilometer menuju Masjidil Haram ditutup, dua jam jelang Salat Jumat.

Kota Makkah jadi kota yang tak pernah tidur. Apalagi selama Ramadan. Sepanjang jalan menuju Masjidil Haram, Kota Makkah menjadi lautan manusia. Seperti Salat Jumat kemarin.

Awalnya, wartawan koran ini berangkat menuju Masjidil Haram pukul 09.30 waktu setempat. Sesampainya di kilometer dua jalur Misfalah menuju Masjidil Haram, pintu sudah ditutup. Ada ratusan Askar (polisi) yang berjaga agar jamaah tidak masuk ke Masjidil Haram.

Kemudian, saya dan jamaah Umrah Ramadan Bersama Salam Tour yang menuju Masjidil Haram bersama-sama, menunggu beberapa saat. Siapa tahu ada celah untuk masuk. Namun, saking berjubelnya jamaah dan kawalan ratusan Askar, tidak ada satupun yang bisa masuk. Sempat beberapa kali jamaah luar Indonesia adu mulut dengan Askar. Tetap saja jamaah dilarang masuk sekalipun nangis-nangis sesenggukan.

“Kita balik lagi saja. Salat Jumat di depan hotel kita menginap. Jamaah sangat banyak, takut berdesakan,” kata salah satu jamaah Umrah Ramadan Bersama Salam Tour, Muhammad Dzaky.

Suhu Kota Makkah yang mencapai 45 derajat Celcius membuat kami balik lagi setelah berjalan 1 kilometer. Dzaky yang merupakan jamaah termuda dalam rombongan (kelas X SMA) sempat mengusulkan Salat Jumat di salah satu food court tak jauh dari pintu yang ditutup Askar. Namun, di sana tempatnya kotor dan banyak sampah.

“Waduh, jadi kita salat dimana nih?” kata Haji Hasan, jamaah Umrah Ramadan Bersama Salam Tour lainnya.

Sambil melawan arus jamaah yang mau ke Masjidil Haram, kami tetap berjalan menuju hotel.