PKS: Hasil Survei, Empat Paslon Terpaut Tipis

PKS: Hasil Survei, Empat Paslon Terpaut Tipis

“Pada saat penetapan pasangan calon posisi elektabilitas dan popularitas pasangan yang kami usung masih sangat rendah. Mengingat pesaingnya adalah orang-orang yang pernah mencalonkan pada Pilkada sebelumnya, siapa sih yang tidak kenal Pak Sunjaya, kemudian Pak Komar semua sudah kenal. Begitupun dengan Kang Luthfi dan Pak Rakhmat. Saat itu elektabilitas pasangan kami dibawah 10 persen, namun berjalan waktu treknya selalu naik, sedangkan hasil survey internal kami yang lain terkesan tetap bahkan surveynya ada yang turun,” sambung Arif.

Elektabilitas dan popularitas ini, menurutnya berdasarkan sukses tidaknya sosialisasi yang dilakukan oleh calon ataupun pihak lainnya.

“Hasil survei kami juga menunjukan tingkat pengetahuan masyarakat dan kesadaran ingin memilih mulai meningkat. Hal ini tentu dipengaruhi oleh sosialisasi dari KPU maupun paslon, sehingga menyentuh ke seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya.

Saat disinggung mengenai metode yang digunakan, menurutnya semua lembaga survey pada dasarnya hampir menggunakan metode yang sama, yakni multi-stage random sampling atau dipilih secara acak.

“Survei yang kami lakukan itu terhadap 800 responden dengan margin error sebesar 3,5 persen. Sedangkan yang PNI respondennya sebanyak 600 orang dengan margin errornya 4 persen. Jadi semakin banyak responden itu errornya semakin sedikit,” imbuhnya. (ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!