Duarr! PLTU Sumuradem Meledak dan Terbakar

74
10 Pekerja Luka Bakar, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan  


SUKRA– Kebakaran hebat yang diawali bunyi ledakan menimpa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumuradem Indramayu, Minggu (4/10) dini hari. Akibat kejadian itu, dikabarkan ada 10 pekerja mengalami luka bakar serius dan dilarikan ke sejumlah rumah sakit. Sedangkan kerugiannya hingga berita ini ditulis masih belum bisa ditaksir.

pltu sumur adem indramayu
PLTU Sumur Adem. Foto : Tardiarto Azza/Rakyat Cirebon

Kesepuluh pekerja korban luka bakar serius itu adalah Fauzi (25) asal Sewoharjo-Subang, Trianudin Jana warga Wirapanjunan-Indramayu, Rosidin (26) asal Limpas-Indramayu, Andika (26) dan Teguh Prasetyo (27) warga Patrol-Indramayu, Usman (24) asal Kranji-Bekasi, Slamet Riyadi (32) warga Losarang-Indramayu, Faryanto (25) dan Herdianto (25) asal Pekanbaru-Riau, dan Moh Azhari (26) warga Sumuradem Timur-Indramayu.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Rakcer di lokasi kejadian, peristiwa di PLTU Pembangkit Jawa dan Bali (PJB) berkekuatan 3X330 Mega Watt (MW) di Desa Sumuradem Kecamatan Sukra itu diduga akibat gesekan saat berjalannya suplai batubara di Blok Crushier C 6.  Kobaran api sekitar 01.00 disertai suara ledakan itu berawal dari Crushier di TT2, lalu merembet cepat ke C 5 melalui comvayer sebelum membesar di C 6.

Hingga Minggu sore, aktivitas PLTU Pembangkit Jawa-Bali (PJB) itu masih belum berjalan normal.
Sejumlah pekerja terlihat dipulangkan saat tengah hari karena masih berlangsung proses pendinginan.
Tampak di dalam areal PLTU sejumlah mobil pemadam kebakaran bersiaga guna mengantisipasi kebakaran susulan. Menurut warga setempat, terjadinya kebakaran itu berada pada ruang Cruisher di TT2 atau lokasi suplai batubara.

“Kejadiannya sekitar jam 01.00 malam, tapi saya tidak di lokasi. Kalau tempat penampungan batubara ya di bangunan yang rusak itu,” tutur seorang warga, Kartali. Sementara itu, Kapolres Indramayu AKBP Wijonarko saat dikonfirmasi mengatakan, terhadap insiden itu pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti terjadinya kebakaran.  Meski demikian, rencananya penyelidikan itu akan melakukan pemanggilan para saksi termasuk General Manager (GM) PLTU Sumuradem. Bahkan Tim Puslabfor pun akan dilibatkan dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Sementara masih dalam penyelidikan. Kondisi dari bekas kebakaran itu terlihat pada bagian conveyer yang mengalami rusak, juga ada beberapa peralatan terbakar. Kerugian masih belum diketahui, kita akan tindak lanjuti dan berkoordinasi dengan pihak terkait sehingga diharapkan ada kejelasan penyebab pasti kebakarannya,” jelasnya. Dikatakan, kebakaran hebat tersebut berhasil dipadamkan setelah hampir 5 jam dilakukan pemadaman dengan mengerahkan 4 unit armada Damkar.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.30, ada 4 unit pemadam yang dikerahkan. Termasuk 2 unit milik Pemkab Indramayu,” terangnya. Sementara itu, para korban luka dilarikan ke sejumlah rumah sakit sesaat setelah berhasil dievakuasi dari titik kebakaran. Baik di Indramayu, Cirebon, dan Bandung. Namun, karena kondisinya yang kritis dan butuh penanganan tim medis secara intensif, seluruh korban dirujuk ke beberapa rumah sakit di Jakarta.  Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen PLTU PJB Sumuradem belum memberikan jawaban atas permintaan konfirmasi para awak media. (tar)

BAGIKAN