PMI Cirebon, Mayoritas Pilih Taiwan dan Hongkong, Kepala Disnakertrans Kabupaten Cirebon, Abdullah Abdulah, Pertahun Berangkat 10 Ribu

34
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Cirebon, Abdullah Subandi jelaskan PMI Cirebon pertahun 10 ribu berangkat ke luar negeri. (Zezen Zaenudin Ali/Rakyat Cirebon)

RAKYATCIREBON.ID-Minimnya lowongan pekerjaan dalam negeri, membuat minat warga Kabupaten Cirebon ke luar tinggi. Hampir setiap tahunnya, tidak kurang dari 10 ribu warga Kabupaten Cirebon menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Ada beberapa negara menjadi pilihan PMI asal Kabupaten Cirebon. Semuanya masih dikawasan Asia. Terdekat, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapore menjadi pilihan. Tapi kebanyakan, larinya ke Taiwan dan Hongkong.

Sayangnya, masih didominasi oleh jalur informal. Yakni PMI yang bekerja diperumahan. Sebagai pengasuh dan asisten rumah tangga. Belum banyak yang mengambil jalur formal.

“ PMI kita, dari Kabupaten Cirebon per tahunnya tidak kurang dari 10 ribu. Itu masuknya ke informal. Yang formalnya belum tergarap,” ucap Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Cirebon, Abdullah Subandi, ke Rakyat Cirebon, Senin (10/2).

Adapun yang dimaksud dengan jalur formal, yakni mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan. Saat ini, sudah ada kerjasama dari Kementrian Ketenagakerjaan RI. Telah ditunjuk beberapa perusahaan yang menyalurkan PMI. Hanya saja, untuk di Kabupaten Cirebon belum ada.

Beberapa negara tujuan, selain di Asia, juga mencakup ke eropa. Sebut saja seperti Polandia. Penyebabnya, tidak lain lantaran tingginya biaya operasional pendaftaran dan perjalanan diawal. Meski pun diberlakukan adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank, namun nilainya terbatas. Sementara untuk biaya operasional dan perjalanan jalur formal ini, lebih dari Rp 40 juta rupiah.

“Kita belum berani. Karena besarnya biaya tadi. Disamping itu, belum ada perusahaan penyalur PMI yang telah ditunjuk Kementrian di Kabupaten Cirebon,” terang dia.

Disinggung soal, kran penyaluran ke Timur Tengah, pemerintah pusat sebenarnya sudah membukanya pada tahun 2019 kemarin. Sebagaimana diketahui, penyaluran PMI ke Timur Tengah sempat ditunda ditahun 2011 lalu. “Sudah dibuka. 2019 kemarin. Dengan system satu kanal. Untuk sekarang, belum ada PMI dari Kabupaten Cirebon ke Timur Tengah,” tegasnya.

Selain itu, Abdullah pun menyinggung soal angka penganggurannya di Kabupaten Cirebon yang masih tinggi. Ditahun 2019 saja, angkanya mencapai 68 ribu. Maka, penyaluran PMI menjadi salah satu solusi, untuk menguranginya. (zen)

BAGIKAN