Polisi Bakal Tindak Tegas Perusuh

15
Ratusan Calon Kuwu Deklarasi Damai Siap Menang dan Siap Kalah

KEDAWUNG– Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Sulistyo Basuki menegaskan, tidak akan segan melakukan tindakan kepada semua pihak yang membuat keributan selama pemilihan kuwu serentak.
Bahkan, dirinya meminta kepada seluruh calon kuwu untuk bisa meredam pendukung masing-masing agar tidak berbuat anarkis.

deklarasi damai pilwu cirebon
Deklarasi damai. Foto : Yoga Yudisthira/Rakyat Cirebon

Pernyataan tegas kapolres itu disampaikan dalam sambutan deklarasi damai pemilihan kuwu serentak di Kabupaten Cirebon, Selasa (13/10), di Balai Pertemuan Bagas Raya Kedawung Kabupaten Cirebon. Di hadapan hampir seluruh calon kuwu yang sengaja diundang, kapolres menyatakan, banyak faktor yang bisa membuat massa tergerak untuk berbuat anarkis. Oleh karena itu, dirinya berharap, dengan deklarasi damai ini, semua elemen masyarakat dapat saling mengingatkan dan menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

“Para calon harus siap dengan segala keputusan dan hasilnya. Jangan sampai, gesekan terjadi karena adanya ketidakpuasan dari salah satu calon,” ujarnya kepada Rakyat Cirebon.  Di hadapan tamu undangan yang hadir seperti Bupati Cirebon Drs H Sunjaya Purwadisastra MM MSi, Wakil ketua DPRD Kabupaten Cirebon Drs H Subhan, Kapolres Cirebon AKBP Sugeng Haryanto dan perwakilan muspida.

Disamping itu, kapolres juga khawatir adanya praktek-praktek pidana yang kerap terjadi khususnya menjelang hari pencoblosan. Kapolres lantas mencontohkan, munculnya dukun maupun ahli spiritual abal-abal yang menjanjikan kemenangan bagi salah satu calon. Dengan kenyataan seperti itu, kapolres mengimbau kepada calon kuwu untuk bersikap rasional dengan tidak mengagungkan para dukun palsu yang justru akan menjerat para calon dengan sejumlah uang yang harus diserahkan.

“Indikatornya jelas, dari mana dukun itu menambahkan suara. Apakah ada jin yang akan ikut mencoblos. Belum lagi, kalau calon sudah mengeluarkan uang dengan jumlah tidak sedikit, maka bisa dipastikan apabila terpilih akan berpikir bagaimana caranya uang yang telah dikeluarkan bisa kembali,” katanya.

Eko juga mengimbau kepada semua masyarakat untuk bisa membantu aparat keamanan yang ditugaskan untuk menjaga wilayah masing-masing. Selain diminta menjaga kondusivitas bersama, masyarakat juga diminta tidak perlu takut untuk melapor apabila ditemukan pelanggaran khusunya pidana.“Kita akan tindak tegas itu semua. Masyarakat tidak perlu takut untuk melaporkan kepada kita,’ tandasnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon Drs Sunjaya Purwadisastra MM MSi mengatakan, deklarasi damai ini sengaja dibuat sebagai bentuk kesepakatan bersama guna terciptanya suasana kondusif.
Politisi PDIP ini juga mengapresiasi langkah kepolisian yang berkomitmen untuk menindak semua pelanggaran dan tindak pidana yang terjadi.“Tentunya, harapan kita adalah semuanya dapat berjalan dengan lancar dan damai. Seperti yang sudah diungkapkan oleh kapolres, marilah kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya.

Ditemui terpisah, Kasatpol PP Kabupaten Cirebon Harry Safari Margapraja mengatakan, pihaknya akan menempatkan beberapa personel untuk menjaga pelaksanaan pemilihan kuwu serentak.
Di samping itu, dirinya juga mengungkapkan, telah membentuk tim mobile yang bertugas memantau pelaksanaan dengan cara berkeliling. “Ada tiga tim yang dibagi per zona yaitu barat, timur dan tengah. Mereka bertugas untuk mengecek pelaksanaan dengan cara berkeliling. Kalau personel, sekitar 200-an yang ditempatkan di hampir seluruh wilayah yang melaksanakan pemilihan kuwu,” terangnya.

Dalam pelaksanaan deklarasi damai sendiri, selain muspida dan juga para calon kuwu, nampak hadir panitia sebelas seluruh desa yang menyelenggarakan pilwu. Mereka bersama-sama mengucapkan deklarasi yang berisi lima poin.Perwakilan calon kuwu diminta untuk menandatangani teks deklarasi sebagai bentuk komitmen mereka. Sedangkan, muspida ikut menandatangani naskah secara bergiliran. (yog)

BAGIKAN