Polisi Lakukan Negoisasi Saat Ricuh, Massa Bercelana Abu-Abu-Aliansi BEM Cirebon Tolak Omnibus Law

Polisi Lakukan Negoisasi Saat Ricuh, Massa Bercelana Abu-Abu-Aliansi BEM Cirebon Tolak Omnibus Law

RAKYATCIREBON.ID-Kerusuhan antara massa bercelana abu-abu di jalan Siliwangi, hingga bergeser ke jalan Kartini mereda. Sekitar pukul 13.00, bentrokan berakhir saat perwakilan massa dan perwira kepolisian bertemu ditengah ‘medan pertempuran’ didepan masjid At-Taqwa.

Salah satu perwakilan massa mengungkapkan bahwa pihaknya marah saat polisi melarang massa aksi untuk ikut bersama mahasiswa di depan gedung DPRD.

“Kita hanya ingin menyuarakan suara rakyat,” teriaknya saat bernegosiasi dengan kepolisian.

Dalam negosiasi tersebut, pihak kepolisian juga menjelaskan mengenai undang-undang yang mengatur kebebasan menyampaikan pendapat, dimana penyampaian pendapat di muka umum harus mengantongi izin kepolisian.

“Kalian boleh menyampaikan pendapat, tapi harus melayangkan pemberitahuan dulu ke kami,” ungkap Kabag Ops Polres Cirebon Kota, Kompol Indarto dihadapan massa.

Pada kesempatan yang sama, aliansi BEM seluruh Cirebon juga melaksanakan aksi. Mereka melakukan long march dan datang dari arah belakang massa aksi yang rusuh dengan kepolisian.

Setelah bernegosiasi, akhirnya massa aksi yang dominan bercelana abu-abu tersebut mengikuti aksi menyampaikan aspirasinya ke gedung DPRD Kota Cirebon.

Didepan at-Taqwa, ribuan massa bergabung dan melanjutkan long march ke depan gedung DPRD. Sampai di depan DPRD, mereka melakukan orasi menolak Omnibus Law yang sudah disahkan oleh DPR-RI.

Namun saat mahasiswa dari aliansi BEM telah berorasi menyampaikan aspirasinya, mereka membubarkan diri, namun di persimpangan Siliwangi kericuhan kembali pecah. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!