Politisi Senior PDIP Ajak Menangkan “Pasti”

Politisi Senior PDIP Ajak Menangkan “Pasti”

“Ada pertautan idealisme, bahwa kita sama-sama nasionalis. Kalau ditarik lebih mengerucut lagi, saya adalah politisi, maka gennya sama dengan mereka (Azis-Eti, red). Bukan PNS, bukan pedagang. Ini yang menarik saya ke situ,” tuturnya.

Disinggung soal sikap politiknya yang tak selaras dengan PDIP, Suryana menyebutkan, pilkada merupakan kontestasi politik yang diikuti secara personal. “Di dalam pilkada, esensinya kontestasi personal. Begitu partai melakukan koalisi, maka saya juga melakukan koalisi dengan pasangan Azis-Eti,” kata dia.

Menurutnya, sebagai seorang marhaenis, dirinya lebih sreg dengan duet Pasti, daripada lainnya. “Sebagai seorang marhaenis kecil yang sadar akan jati diri bangsa dan hegemoni mainstream ideologis, maka saya memilih Pasti. Ini adalah oase saya sebagai politisi,” katanya.

Sementara itu, Calon Wakil Walikota Cirebon, Drs Hj Eti Herawati mengaku berhubungan baik dengan Suryana. Banyak pelajaran politik yang didapatkan darinya. Untuk itu, Eti berterimakasih sekaligus mengapresiasi atas dukungan yang diberikan Suryana dan loyalisnya.

“Saya dengan Pak H Suryana berkomunikasi baik, begitu juga Pak Azis dengan Pak H Suryana juga baik. Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi atas dukungan yang diberikan kepada kami. Ini modal berharga untuk bersama-sama meraih kemenangan,” katanya.

Untuk diketahui, pasangan Drs Nashrudin Azis SH dan Dra Hj Eti Herawati (Pasti) merupakan calon walikota dan wakil walikota Cirebon nomor urut dua yang akan mengikuti Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon 27 Juni mendatang. Duet Pasti diusung Partai Demokrat, Partai Nasdem, PKB, PKPI dan Partai Hanura. Dalam perjalanannya, PKS, Partai Berkarya dan Partai Perindo juga menyatakan dukungannya. Azis sendiri sebelumnya menjabat walikota, baru habis masa jabatannya pada 16 April lalu. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!