PPB Dituntut Adaptif Perubahan Zaman

PPB Dituntut Adaptif Perubahan Zaman

RAKYATCIREBON.ID – Bahasa Inggris dan Bahasa Arab jadi mata kuliah vital di perguruan tinggi. Tak hanya untuk komunikasi memahami kedua bahasa juga dibutuhkan untuk mengkaji literatur-literatur utama yang ditulis dalam bahasa tersebut. 

Sayangnya, di masa pandemi Covid-19, pembelajaran Bahasa Inggris maupun Bahasa Arab tak bisa dilakukan tatap muka. Lantaran seluruh aktivitas perkuliahan dilakukan secara daring. 

Tak terkecuali di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Hal inilah yang melatarbelakangi Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) atau Language Center merumuskan strategi baru efektivaitas pembelajaran Bahasa Inggris daring.

Kepala UPT PBB, Hasa Aidi SS MSi menjelaskan, pembelajaran daring baru pertama kali diterapkan pada 2020. Hal ini menyusul kebijakan kampus yang belum membolehkan pembelajaran tatap muka. 

“Kegiatan Workshop ini dilatarbelakangi kebijakan kampus yang mengharuskan kegiatan pembelajaran harus online bukan tatap buka seperti biasa,” ungkapnya, kemarin.

Menurut Hasan, belum semua dosen dan mahasiswa terbiasa dengan pembelajaran daring. Sejumlah kendala masih ditemui. Terutama kendala teknis. Seperti jaringan internet dan metode belajar serta perangkatnya. 

“Ada karakteristik yang berbeda antara tatap muka dan daring. Banyak hal yang dijumpai dosen ketika daring yang harus dicarikan solusinya karena terbiasa pembelajaran tatap muka. Bukan daring,” kata dia.

Selain berupaya mencari solusi atas sejumlah kendala daring, PPB juga merumuskan kurikulum bahasa yang sesuai dengan kurikulum terbaru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 

“Salah satu ciri sepsifiknya, kurikulum ini memberikan hak kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah lintas prodi 20 SKS dan belajar di luar perguruan tinggi selama 2 semester,” ujar dia.

Ditambah lagi adanya wacana pengalihan pembelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Arab bukan lagi di PPB. Melainkan di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Sebagai garda depan pengembangan bahasa, PPB merespon wacana tersebut dengan sejumlah strategi bersama. 

“Kalau tidak direspon PPB akan tidak dipakai lagi kalau pembelajaran bahasa dialihkan di masing-masing,” ucap dia.

Pihaknya mulai menyusun rancangan pembelajaran yang memungkinkan  Bahasa Inggris dan Bahasa Arab dapat diajarkan di semua jurusan namun tetap diselenggarakan oleh PPB.

“Kita harus membuat rancangan RPS yang disesuaikan dengan mata kuliah di jurusan agar tidak diambil jurusan,” kata dia. 

Sementara itu, Wakil Rektor I, Dr Saefudin Zuhri MAg menjelaskan, pembaharuan metode pembelajaran harus terus ditingkatkan. Guna merespon perkembangan zaman. Supaya mahasiswa tetap mendapatkan hak pendidikannya.

“Artinya bahwa pilihan untuk pembelajaran online ini tetap dilaksanakan. Tolong agar model pembelajaran seperti ini tetap dijalankan dengan berbagai platform yang sudah kita buat,” ujar dia. 

Menurutnya, pembelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Arab tetap dipertahankan di PPB. “Karena PPB merupakan garda depan pembelajaran bahasa di kampus kita,” tukas dia. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!