Produk Tanah Liat Majalengka Makin Tersingkir

11
MAJALENGKA – Dewasa ini sejumlah barang yang dibuat secara manual dan alami semakin terkikis oleh zaman. Salah satunya gerabah atau bejana dari tanah liat itu kini semakin tidak laku. Karena ada banyak bejana yang terbuat dari bahan plastik dan kaca yang lebih bagus dan tahan lama.

produksi tanah liat majalengka
Gerabah. Foto : Herik Diana/Rakyat Majalengka

Kondisi ini menyebabkan sejumlah pengrajin gerabah di Desa Parung Jaya Kecamatan Leuwimunding, mulai berkurang, dan barang yang dihasilkannya pun juga semakin sedikit, sehingga harganya semakin murah.

Salah seorang warga setempat yang juga pengrajin gerabah, Sanimah (54) mengatakan, saat ini hanya ada beberapa jenis saja dan jumlahnya sangat terbatas. Diantaranya cetakan serabi, cowet, tutup dandang, pendil kecil dan sedang, serta dudukan panci atau dandang yang biasa digunakan memasak di tungku kayu bakar.

“Itupun kini harganya bersaing ketat dengan barang-barang yang sama yang terbuat dari alumunium, dan kaca,” ujarnya, Jumat (9/10). Bahkan karena terpuruknya itu, kata dia, pengrajinnya tinggal enam orang. Satu orang di antaranya penampung barang setengah jadi. Perajin banyak yang menghentikan usahanya karena biaya produksi tidak sebanding dengan keutungannya. Selain itu, akibat bahan baku mahal, sementara harga jual sangat murah.

“Sekarang ini upah satu hari kerja membuat gerabah justru malah kurang untuk biaya hidup sehari,”ungkapnya kepada Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group). Sementara itu salah seorang warga, Rina mengaku lebih senang membeli alat-alat dari bahan plastik karena harganya hampir sama dengan harga gerabah atau bahan-bahan yang terbuat dari tanah liat.

“Disamping tahan lama, harganya juga sama. Kalau yang dari tanah liat sekali terbentur langsung pecah, tapi kalau yang dari plastik tetap awet. Contoh, celengan plastik bisa tahan banting. Sedangkan celengan dari tanah liat, sekali banting langsung pecah. Sementara harganya hampir sama, yakni antara 10 ribu sampai 20 ribu,” ujarnya. (hrd)

BAGIKAN