Produksi Gula di Cirebon Menurun, Ini Tanggapan DPR

32
Herman Khaeron/RMOLJabar

RAKYATCIREBON.ID-Produksi gula di Cirebon semakin mengalami penurunan. Hal tersebut disebabkan karena harga gula yang sangat rendah, sehingga berdampak pada minimnya minat masyarakat pada budidaya tebu.

Selain itu, penurunan produksi gula oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) di dua pabrik, yakni pabrik gula Sindang Laut dan Tersana Baru juga disebabkan oleh produk rafinasi import yang ikut merambah ke pasar-pasar tradisional dengan harga yang relatif lebih murah.

Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron mengatakan, kapasitas produksi dan ketersediaan row material yang tidak seimbang membuat salah satu Badan Usaha Milik Negara itu mengalami kerugian.

Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, DPR akan membantu produktivitas gula di Cirebon dengan cara menambal kebutuhan materialnya dengan row sugar import selama lima tahun ke depan.

Langkah tersebut diambil dengan tujuan agar RNI dapat mempertahankan kegiatan usahanya sehingga dapat berkontribusi kepada negara maupun masyarakat.

“Import row sugar yang diajukan oleh pihak RNI selama lima tahun ke depan, harus sejalan dengan komitmennya untuk dapat memproduksi row sugar dalam negeri,” tegasnya, Minggu (05/01).

Di samping itu, Ia menambahkan, pemerintah sudah seharusnya dapat lebih selektif dalam melakukan import kebutuhan barang ke dalam negeri.

“Import mana yang dapat menopang kebutuhan, import mana yang justru dapat membunuh produk dalam negeri. Ini yang harus diperhatikan,” pungkasnya. (rmol)