Prof Bambang Yuniarto Diangkat Guru Besar, IAIN Cirebon Makin PD jadi UIN

384
SERAHKAN. Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg (kanan) menyerahkan SK pengangkatan guru besar kepada Prof Bambang Yuniarto MSi, Rabu (22/1) di ruang rektor.

RAKYATCIREBON.ID – Kabar gembira datang dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Salah satu dosen seniornya telah mencapai gelar fungsional tertinggi di dunia akademik. Adalah Prof Dr Bambang Yuniarto MSi yang baru saja dinobatkan sebagai guru besar di kampus tersebut.

Prof Bambang berhak atas gelar Profesor usai menyelesaikan Jurnal Terindex Scopus. Tak main-main, Prof Bambang sudah merampungkan 5 Jurnal Terindex Scopus. 2 jurnal pada 2011, 1 jurnal pada 2017 dan 2 jurnal pada 2018. Tak hanya itu, karya ilmiah lain mantan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Cirebon itu juga berupa 10 buku ajar dan umum tentang Pengetahuan Sosial dan Kewarganegaraan.

Surat Keputusan (SK) pengangkatan Prof Bambang sebagai guru besar ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim per 1 Desember 2019. Prof Bambang akan berkiprah di IAIN Cirebon bersama 9 guru besar lainnya.

Dalam sesi wawancara dengan sejumlah media, Rabu (22/1), Prof Bambang mengatakan, gelar guru besar yang disandangnya diraih melalui tahapan panjang. Dari tahapan administrasi di tingkat kampus, penyusunan karya ilmiah hingga pengajuan pengangkatan guru besar oleh kampus asal kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).

“Prosesnya dari 2011. Memang ada kendala karena ada perubahan terkait Scopus, itu merupakan momok menakutkan bagi para doktor yang ingin merambah ke guru besar. Karena ini menjadi sebuah persyaratan yang tidak bisa ditinggalkan untuk menjadi profesor,” ungkapnya kepada Rakyat Cirebon.

Prof Bambang menempuh pendidikan sarjananya di IAIN Cirebon. Kemudian melanjutkan pascasarjana di UI. Sementara gelar doktor diraih Prof Bambang di UI dan UPI. Kini, Prof Bambang menjadi guru besar satu-satunya yang membidangi Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kewarganegaraan di Ciayumajakuning.

Prof Bambang pun menyampaikan rasa syukurnya. Dia mengaku banyak mendapat dorongan dan semangat dari keluarga, pimpinan IAIN Cirebon serta sejumlah guru besar di lingkungan IAIN Cirebon dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Ucapan terimakasih kepada istri saya, Pudjiati SPd, ibu kandung saya Sony, anak menantu atas doanya. Juga kepada pendukung Prof Dr Maksum Ma (alm). Dirjen Pendis Kemenag Prof Dr Arskal Salim Gp PhD dan Prof Dr Bunyamin Maftuh selaku Direktur SDM Dikti,” ucap dia.

Selain pengangkatan Prof Bambang sebagai guru besar, tenaga pendidik bergelar doktor di IAIN Cirebon juga bertambah 1. Pasalnya, Dr Dewi Fatmasari SE MSi menyelesaikan promosi doktoralnya dari Universitas Diponegoro Semarang di bidang ekonomi Islam. Sehingga total tenaga pendidik bergelar doktor di IAIN Cirebon mencapai 77 orang.

Sementara itu, Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, dengan diangkatkan Prof Bambang sebagai guru besar dan raihan gelar doktor oleh Dr Dewi Fatmasari SE MSi menambah kepercayaandirian IAIN Cirebon menjadi PTKIN ternama di Jawa Barat yang segera bertransformasi jadi UIN.

“Ini juga merupakan bagian program akselerasi lembaga untuk mendukung para dosen, tenaga pendidik untuk bisa meraih prestasi akademik fungsional akademik sehingga sampai pada puncak tertinggi yaitu profesor dan guru besar,” tegas dia. (wan)

BAGIKAN