Program Sapawarga, Diskominfo Jabar Siapkan Anggaran Rp 60 Miliar

88
ubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil secara resmi meluncurkan aplikasi 'Sapawarga' sebagai bentuk implementasi inovasi teknologi dalam melayani publik pada acara Jabar Digital Innovation Awards (JDIA) 2019 di Kota Bandung, Jumat (6/12/2019). (Dok Humas Pemprov Jabar)

RAKYATCIREBON.ID-Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat (Jabar) Setiaji mengatakan pihaknya menyiapkan anggaran sekitar Rp60 miliar untuk menyediakan unit smartphone seharga masing-masing Rp 1,3 juta untuk para Ketua RW se-Jabar terkait aplikasi ‘Sapawarga’.

“Spesifikasinya smartphone ukuran lima sampai tujuh inch, di dalamnya sudah ada aplikasi Sapawarga,” kata Setiaji, di Bandung, Jumat.

Setiaji menegaskan, 27 kabupaten/kota juga memiliki andil untuk melatih warga dalam penggunaan Sapawarga sekaligus dapat mengintegrasikan layanan publik tingkat kabupaten/kota di aplikasi itu.

“Pelatihan aplikasi Sapawarga juga melibatkan relawan IT lokal yang disebut Pendamping Lokal Desa,” tambahnya.

Hari ini, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil secara resmi meluncurkan aplikasi ‘Sapawarga’ sebagai bentuk implementasi inovasi teknologi dalam melayani publik pada acara Jabar Digital Innovation Awards (JDIA) 2019 di Kota Bandung.

Sebagai media komunikasi bagi warga Jabar, SuperApps Sapawarga ini memiliki fitur-fitur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat melalui fungsi menampung aspirasi, menjembatani jalur komunikasi, dan menjadi pintu akses layanan publik secara online.

“Hari ini satu lompatan transformasi digital Jawa Barat dilakukan, yaitu merilis SuperApps Sapawarga yang hadir di puluhan ribu Ketua Rukun Warga (RW),” kata Ridwan Kamil.

Gubernur yang akrab disapa Emil ini menjelaskan bahwa para Ketua RW di Jabar akan dipinjami smartphone dengan aplikasi Sapawarga di dalamnya untuk memudahkan proses komunikasi dengan Pemda Provinsi Jabar.

“Juga sebaliknya, kalau provinsi punya program yang mau disurvei atau disosialisasikan bisa lewat Sapawarga,” tambah Emil.

Selain itu, Emil berujar bahwa aplikasi tersebut sekaligus menjadi platform untuk memberantas hoaks karena terintegerasi dengan unit kerja Jabar Sapu Bersih (Saber) Hoaks.

“Keunggulannya (Sapawarga) seperti sosial media, tapi terekam proses komunikasinya,” kata Emil.

Dalam JDIA 2019 ini, terdapat Sapawarga Awards 2019 sebagai bentuk apresiasi bagi pengurus RW sebagai pengguna versi awal Sapawarga, Pendamping Lokal Desa sebagai fasilitator pelatihan, dan Pemda Kabupaten/Kota se-Jawa Barat sebagai administrator Sapawarga, yang berperan aktif dalam pengembangan dan implementasi aplikasi Sapawarga.

Salah satunya Narti, pengurus RW sekaligus perwakilan dari Desa Ciparigi, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis yang mendapat penghargaan ‘Best Sapawarga User’.

Menurut Narti, aplikasi Sapawarga sangat mendukung aktivitasnya sebagai entitas pembangunan di desa.

“Saya (di aplikasi) sering dapat informasi pembangunan, program Bapak Gubernur, ada survei, polling, saya rajin ikut,” ucapnya.

Narti menambahkan, dirinya pun ikut menyumbang aspirasi kepada Pemda Provinsi Jabar terkait kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat melalui aplikasi tersebut.

Hal senada diungkapkan Dadan Setiawan, pengurus RW dari Desa Karya Mukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Dadan berujar pihaknya bisa turut mengusulkan pembangunan daerah dengan hadirnya ‘Sapawarga’.

“Lewat aplikasi digital ini saya juga bisa mengenal program- program pemerintah provinsi dari sumber yang pasti,” tutur Dadan. (Antara)